Sabtu, 9 Mei 2026

Ramadan 2026

Jadwal Imsakiyah di Kota Pangkalpinang Sabtu, 21 Februari 2026

Bagi masyarakat Muslim di Pangkalpinang, jadwal imsakiyah hari ini, 21 Februari 2026 menjadi hal yang utama untuk menunaikan puasa Ramadan.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan 2026

Bulan yang penuh berkah ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang dilaksanakan pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. 

Setiap harinya, umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. 

Jika dihitung secara waktu, durasi puasa berlangsung kurang lebih 13 jam, tergantung letak geografis suatu daerah. 

Ibadah ini dimulai dengan sahur sebelum Subuh dan diakhiri dengan berbuka saat Maghrib.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana melatih kesabaran, menjaga lisan dan perbuatan, serta meningkatkan kualitas spiritual. 

Karena itu, mengetahui jadwal imsakiyah sangat penting agar pelaksanaan ibadah berjalan tepat waktu.

Imsakiyah adalah panduan waktu yang memuat jadwal imsak dan salat selama Ramadan. Imsak sendiri menjadi tanda peringatan agar umat Islam segera menghentikan makan dan minum sebelum masuk waktu Subuh. 

Bagi masyarakat Muslim di Pangkalpinang, jadwal imsakiyah menjadi acuan utama dalam menjalankan puasa secara tertib dan disiplin.

Jadwal Imsakiyah Kota Pangkalpinang Sabtu, 21 Februari 2026 / 3 Ramadan 1447 H

Baca juga: Jadwal Imsakiyah di Kota Pangkalpinang Jumat, 20 Februari 2026 

Mengutip dari kanal Ramadan Kebaikan Melokal, berikut jadwal lengkapnya:

  • Imsak: 04.38 WIB
  • Subuh: 04.48 WIB
  • Dhuha: 06.28 WIB
  • Zhuhur: 12.13 WIB
  • Ashar: 15.26 WIB
  • Maghrib: 18.17 WIB
  • Isya: 19.27 WIB

Dengan demikian, pada Sabtu, 21 Februari 2026, waktu imsak di Kota Pangkalpinang jatuh pada pukul 04.38 WIB.

Sementara itu, waktu salat Subuh dimulai pukul 04.48 WIB.

Umat Islam dianjurkan sudah menyelesaikan sahur sebelum waktu imsak sebagai bentuk kehati-hatian, dan memastikan niat puasa telah tertanam sebelum azan Subuh berkumandang.

Niat Puasa Ramadan Harian

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hâdzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

(Beberapa ulama, khususnya dalam mazhab Maliki, membolehkan niat di awal Ramadan untuk satu bulan penuh)

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihi lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku niat berpuasa selama satu bulan Ramadan penuh karena Allah Ta’ala.” 

Cara Membaca Niat Sahur dengan Benar

Niat merupakan fondasi utama dalam menjalankan ibadah puasa. 

Ia tidak sekadar rangkaian kata, melainkan tekad dan kesungguhan hati untuk melaksanakan kewajiban karena Allah SWT. 

Mengutip dari laman baznas.go.id, agar niat sahur benar dan bernilai ibadah, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:

1. Pastikan Niat Dilakukan Sebelum Subuh

Niat puasa Ramadan harus sudah ada sejak malam hari, yakni setelah waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar. 

Begitu waktu Subuh masuk, batas berniat untuk puasa wajib telah berakhir. 

Karena itu, sebaiknya niat diteguhkan saat sahur agar tidak terlewat.

2. Hadirkan Kesungguhan dalam Hati

Inti dari niat adalah keyakinan dan kemantapan hati.

Hindari berniat hanya karena rutinitas atau kebiasaan. 

Luangkan sejenak untuk menyadari bahwa puasa yang dijalankan adalah bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

3. Boleh Menggunakan Bahasa yang Dipahami

Meskipun banyak umat Islam melafalkan niat dalam bahasa Arab, penggunaan bahasa lain seperti bahasa Indonesia juga diperbolehkan. 

Yang terpenting bukan pada bunyi lafaznya, melainkan pemahaman terhadap makna dan tujuan puasa itu sendiri.

4. Ucapkan dengan Tenang dan Tidak Tergesa-gesa

Jika memilih untuk melafalkan niat secara lisan, lakukan dengan pelan dan penuh perhatian. 

Tidak perlu terburu-buru. 

Pelafalan yang tenang membantu menghadirkan kekhusyukan dan menghindari kesalahan pengucapan.

5. Perbarui Niat Setiap Malam

Sebagian ulama membolehkan niat untuk satu bulan penuh di awal Ramadan. 

Namun, untuk menjaga kehati-hatian dan memperkuat komitmen, dianjurkan memperbarui niat setiap malam sebelum berpuasa. 

Dengan begitu, setiap hari puasa dijalani dengan tekad yang segar dan penuh kesadaran.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Jadwal Imsakiyah Kota Pangkalpinang

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved