Sabtu, 18 April 2026

Ramadan 2026

Sering Buka Bersama hingga Lupa Tarawih, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Buka bersama menjadi ajang silaturahmi, kadang waktu berlalu begitu cepat, hingga sholat tarawih terlewatkan. Berikut hukumnya.

Ringkasan Berita:
  • Buka puasa bersama merupakan tradisi yang baik dan bernilai silaturahmi, tetapi tidak boleh membuat seseorang melalaikan ibadah sholat tarawih.
  • Sholat tarawih memiliki kedudukan lebih utama di bulan Ramadhan dan dapat dikerjakan kapan saja setelah Isya hingga menjelang sahur, termasuk di rumah.
  • Dengan pengaturan waktu yang bijak, umat Islam tetap bisa menghadiri bukber tanpa mengabaikan keutamaan ibadah malam di bulan suci.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan identik dengan suasana kebersamaan. 

Selain memperbanyak ibadah, masyarakat juga kerap memanfaatkan momen ini untuk menjalin silaturahmi melalui acara buka puasa bersama atau bukber. 

Undangan datang dari berbagai kalangan, teman sekolah lama, rekan kerja, komunitas, hingga keluarga besar. 

Di satu sisi, kegiatan ini menghadirkan kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial. 

Namun di sisi lain, tidak jarang waktu berlalu begitu cepat karena asyik berbincang, hingga tanpa disadari sholat tarawih terlewatkan.

Setelah berbuka dan menunaikan sholat Maghrib, obrolan sering berlanjut hingga malam. 

Ajang reuni yang seharusnya bernilai positif bisa berubah menjadi kelalaian jika membuat seseorang meninggalkan ibadah.

Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? 

Bukber Adalah Tradisi Baik, Tetapi Ada Skala Prioritas

Dalam salah satu tayangan program OASE di kanal YouTube Tribunnews, dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Suciyani, menjelaskan bahwa berbuka puasa bersama pada dasarnya merupakan tradisi yang baik. 

Menyegerakan berbuka termasuk sunnah yang dianjurkan dalam Islam, dan kegiatan berkumpul untuk berbuka dapat mempererat ukhuwah.

Baca juga: Hukum Suntik Obat dan Infus di Siang Hari saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?

Namun, dalam praktik ibadah terdapat skala prioritas. 

Tidak semua amalan sunnah memiliki derajat yang sama. 

Sholat tarawih, sebagai ibadah qiyamul lail khusus di bulan Ramadhan, memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan sekadar menghadiri acara buka bersama. 

Tarawih merupakan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW dan memiliki nilai spiritual yang besar.

Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk merencanakan aktivitas Ramadhan dengan bijak. 

Jika menghadiri bukber, sebaiknya waktu dibatasi agar tidak mengganggu pelaksanaan sholat Isya dan tarawih.

Waktu Tarawih Masih Panjang

Sering kali orang beranggapan bahwa tarawih hanya bisa dilakukan di masjid sesaat setelah sholat Isya dan berakhir sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB.

Padahal, waktu pelaksanaan tarawih terbentang sejak selesai Isya hingga menjelang waktu sahur. 

Artinya, seseorang masih memiliki kesempatan untuk melaksanakannya di rumah pada tengah malam, bahkan dini hari.

Jika acara buka bersama berlangsung hingga pukul 22.00, seseorang tetap dapat menunaikan tarawih setelah pulang. 

Islam memberikan ruang fleksibilitas selama masih berada dalam rentang waktu yang dibenarkan. 

Dengan pengaturan waktu yang baik, silaturahmi tetap terjaga dan ibadah pun tidak terabaikan.

Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadan

Sholat tarawih bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Mengutip dari baznas.go.id, berikut beberapa keutamaan sholat Tarawih di bulan Ramadan:

1. Kesempatan Mendapatkan Ampunan

Rasulullah SAW menjanjikan ampunan bagi orang yang melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala. 

Tarawih menjadi sarana pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah lalu.

2. Pahala Seperti Sholat Semalam Penuh

Siapa pun yang melaksanakan tarawih bersama imam hingga selesai akan mendapatkan pahala seperti sholat semalam suntuk. 

Ini merupakan karunia besar yang sayang untuk dilewatkan hanya karena terlena dalam aktivitas sosial.

3. Melatih Konsistensi Ibadah Malam

Tarawih membiasakan seorang Muslim untuk bangun dan beribadah di malam hari. 

Kebiasaan ini dapat berlanjut setelah Ramadhan dalam bentuk tahajud atau qiyamul lail lainnya.

4. Meningkatkan Kedekatan Spiritual

Di dalam tarawih terdapat bacaan Al-Qur’an, rukuk, sujud, dan doa yang memperdalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. 

Momen ini sangat berharga dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan.

5. Memperkuat Ukhuwah

Jika dilakukan berjamaah di masjid, tarawih juga mempererat hubungan antar sesama Muslim dalam suasana ibadah.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Buka Bersama dan Sholat Tarawih

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved