Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaan & Pahalanya
Fadhilah puasa hari ke-6 Ramadhan 2026 / 1447 H keutamaannya Allah SWT memberi kalian di surga Darus Salam seratus ribu kota.
Ringkasan Berita:
- Selasa (24/2/2026) masyarakat Indonesia memasuki hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 H.
- Berburu fadhilah atau keutamaan puasa hari ke-6 Ramadhan 2026 dapat cara untuk memompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.
- Keutamaan Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi kalian di surga Darus Salam seratus ribu kota.
TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan hasil sidang isbat ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), masyarakat Indonesia pada Selasa (24/2/2026) memasuki hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 H.
Ramadhan adalah bulan suci di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebar dan memberikan keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya.
Keistimewaan di bulan Ramadhan yakni pelipatan pahala yang tak terbatas bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa.
Sejak hari pertama hingga hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 H ini, umat Islam bisa berlomba-lomba meraih keberkahan di bulan suci ini.
Berburu fadhilah atau keutamaan puasa hari ke-6 Ramadhan 2026 dapat cara untuk memompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.
Melalui puasa, seorang hamba dilatih secara fisik dan dididik secara batin untuk meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.
Menurut sabda Rasulullah SAW yang menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika umat muslim mengetahui fadhilah puasa hari ke-6 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.
Fadhilah Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H
Merujuk Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi kalian di surga Darus Salam seratus ribu kota.
Baca juga: Rahasia Puasa sesuai Sunnah Rasulullah: Tips Sahur, Buka, dan Tarawih agar Ramadhan Berkah
Di setiap kota seratus perkampungan, di setiap perkampungan seratus ribu rumah, di setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang, setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta.
Di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.
Pahala puasa Ramadhan hari ke-6 ini seperti orang berthawaf
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan.
Pada malam qadar Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril a.s. untuk turun ke bumi, lalu Jibril dan para malaikat lainnya turun ke bumi dalam keadaan berkelompok dan bersama mereka sebuah panji warna hijau.
Lalu Jibril menancapkan bendera itu di atas Ka’bah.
Jibril memiliki 100 sayap, dan dua di antara sayapnya itu tidak pernah dikembangkannya kecuali pada malam itu. Lalu Jibril membentangkan dua sayapnya itu hingga mencapai ujung barat dan ujung timur bumi.
Lalu Jibril memerintahkan para malaikat untuk mengucapkan salam kepada setiap orang yang berdiri, yang duduk, yang salat, dan berzikir dan bersalaman dengan mereka, lalu mereka mengaminkan semua doa yang mereka mohonkan kepada Allah hingga terbit fajar.
“Apabila fajar telah terbit, Jibril menyeru kepada semua malaikat, kembalilah, kembalilah. Lalu para malaikat itu bertanya: “Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi hajat/ kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw? Lalu Jibril menjawab: “Pada ini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah memaafkan mereka, mengampuni mereka, kecuali empat orang. Lalu ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, siapa mereka yang empat itu? Nabi menjawab: “peminum khamar, orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya, orang yang memutuskan hubungan silaturrahim, dan orang yang bermusuhan,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Senin (23/2/2026).
Bacaan Doa Hari ke-6 Ramadhan 1447 H
Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu,
Dan Janganlah Engkau Pukul aku Dengan Cambuk Balasan-Mu.
Jauhkanlah aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu.
Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan hanya pada malam Ramadan.
Umat Islam diperbolehkan memanjatkan doa apa pun yang baik sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Doa memohon kesehatan agar mampu berpuasa, doa agar diberi kekhusyukan dalam salat tarawih, serta doa agar Ramadan menjadi sarana perbaikan diri sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tadarus-Al-Quran-di-Bulan-Ramadan_20260222_151933.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.