Rabu, 22 April 2026

Ramadan 2026

3 Waktu Terbaik Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadan Menurut Ulama, Lengkap dengan Haditsnya

Waktu terbaik membaca Al-Qur’an adalah sepertiga malam terakhir, setelah Subuh, serta antara Magrib dan Isya atau setelah Ashar.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TADARUS - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Umat Islam memanfaatkan waktu puasa dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan tadarus Al Quran guna menambah amalan dan pahala selama bulan suci Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Ramadan dikenal sebagai Syahrul Qur’an, dan para ulama menganjurkan tadarus pada waktu-waktu afdhal agar lebih khusyuk dan bermakna.
  • Waktu terbaik membaca Al-Qur’an adalah sepertiga malam terakhir, setelah Subuh, serta antara Magrib dan Isya atau setelah Ashar.
  • Tadarus bukan sekadar mengejar khatam, tetapi menekankan tadabbur, konsistensi, dan menjaga adab dalam membaca Al-Qur’an.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, salah satunya dengan memperbanyak tadarus Al-Qur’an.

Selain berpahala besar, membaca Al-Qur’an di bulan suci juga menjadi sarana menenangkan hati dan memperkuat spiritualitas.

Meskipun membaca Al-Qur'an di waktu kapan pun tetap mendatangkan pahala, para ulama memberikan panduan strategis agar bisa mendapatkan "intisari" keberkahan Ramadan.

Agar lebih optimal, ada beberapa waktu terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk tadarus selama Ramadan.

3 Waktu Terbaik untuk Tadarus di Bulan Ramadan

Secara umum, waktu yang paling dianjurkan untuk bertadarus di bulan Ramadan adalah pada malam hari.

Landasannya adalah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadan untuk melakukan mudarasah (tadarus) Al-Qur’an.

Malam hari dipilih karena suasana yang lebih tenang dan hening.

Pada waktu ini, hiruk-pikuk duniawi mulai mereda, sehingga hati dan pikiran lebih mudah untuk berkonsentrasi (khusyu’) dalam merenungi setiap ayat.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Muzzammil ayat 6, bahwa ibadah di waktu malam lebih tepat untuk khusyuk dan lebih berkesan dalam bacaan.

Lebih rinci, dikutip dari Baznas Yogyakarta, Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan beberapa waktu utama membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan:

Baca juga: Doa Ramadan Hari ke-6, Mohon Agar Dijauhkan dari Murka Allah SWT

1. Sepertiga Malam Terakhir

Ini adalah waktu paling utama di luar salat.

Sepertiga malam terakhir dikenal sebagai waktu mustajab, saat rahmat Allah turun ke langit dunia.

Suasana sunyi membantu pembaca lebih fokus dan mendalami makna ayat-ayat yang dibaca.

Pada waktu inilah esensi tadarus sebagai sarana tadabbur benar-benar terasa.

Selain itu, waktu setelah salat Subuh juga sangat dianjurkan karena pikiran masih segar dan malaikat menyaksikan bacaan tersebut (QS. Al-Isra: 78).

2. Antara Maghrib dan Isya

Waktu transisi antara Magrib dan Isya termasuk momen yang penuh keberkahan.

Banyak ulama salaf mengisi waktu ini dengan tilawah untuk menjaga kesinambungan ibadah dari siang ke malam.

3. Waktu Siang Hari

Bagi mereka yang bertadarus di siang hari, waktu yang paling utama adalah setelah salat Subuh hingga matahari terbit dan setelah salat Ashar, sebagai penutup aktivitas dengan ibadah yang menenangkan hati.

Lantas, mengapa waktu-waktu tersebut begitu ditekankan?

Di bulan Ramadan, setiap amal saleh dilipatgandakan.

Namun, tadarus bukan sekadar mengejar target khatam.

Tujuan utamanya adalah memahami makna (ma’ani) dan menghadirkan perenungan dalam hati.

Dengan memilih waktu yang tenang dan penuh keberkahan, seorang Muslim dapat lebih mudah menjaga konsistensi (istiqamah) dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Meski demikian, keberkahan tadarus tidak akan sempurna tanpa adab.

Imam an-Nawawi mengingatkan agar pembaca Al-Qur’an berada dalam keadaan suci, menghadap kiblat, serta membaca dengan tartil (perlahan dan jelas).

Jangan sampai keinginan untuk cepat khatam justru menghilangkan keindahan tajwid dan kedalaman makna.

Memanfaatkan waktu-waktu utama untuk tadarus di bulan Ramadan adalah bentuk penghormatan terhadap bulan suci ini. Malam yang sunyi, sepertiga malam yang syahdu, serta waktu-waktu setelah salat fardu merupakan gerbang menuju kedekatan dengan Allah SWT.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved