Minggu, 12 April 2026

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Keutamaan & Pahalanya

Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan pahal seperti Ibrahim AS.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
FADHILAH - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Umat Islam memanfaatkan waktu puasa dengan memperbanyak ibadah salah satunya dengan tadarus Al Quran guna menambah amalan dan pahala selama bulan suci Ramadan. Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan pahal seperti Ibrahim AS. 
Ringkasan Berita:
  • Fadhilah atau keutamaan puasa hari ke-8 Ramadhan 2026 dapat menjadi semangat seseorang beribadah untuk mendapat kesempurnaan.
  • Keutamaan Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan orang enam puluh ribu orang yang zuhud. 
  • Allah memberikan kebaikan seperti pada nabi Ibrahim AS.

TRIBUNNEWS.COM - Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dari hasil sidang Isbat, hari ini Kamis (26/2/2026) umat Islam di Indonesia telah memasuki puasa hari ke-8 Ramadhan 1447 H.

Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah, yang memiliki banyak keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya.

Pada bulan Ramadhan Allah SWT diyakini akan melipat gandakan pahala bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa. 

Meraih fadhilah puasa hari ke-8 Ramadhan 1447 H dapat menjadi cara umat Islam memaksimalkan ibadah di bulan suci.

Fadhilah atau keutamaan puasa hari ke-8 Ramadhan 2026 dapat menjadi semangat seseorang beribadah untuk mendapat kesempurnaan.

Selain dilatih secara fisik dan dididik secara batin dengan berpuasa, umat dapat meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Menurut sabda Rasulullah SAW yang menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika umat muslim mengetahui fadhilah puasa hari ke-8 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadhilah Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Menurut pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan orang enam puluh ribu orang yang zuhud. 

Baca juga: Ramadan 1447 H: Cara Menghindari Distraksi Media Sosial Agar Ibadah Lebih Khusyuk

Allah memberikan kebaikan seperti pada nabi Ibrahim AS.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.

Rasulullah lalu menjelaskan: “Sesungguhnya surga telah berhias diri untuk Ramadhan sejak awal tahun hingga akhir tahun (sepanjang tahun).

Hingga ketika sampai di hari pertama bulan Ramadhan bertiuplah angin dari bawah Arasy menghempaskan dedaun taman-taman di surga.

Lalu para bidadari memperhatikan apa terjadi pada dedaunan itu, lalu mereka berkata: “Wahai Tuhan, jadikanlah bagi kami dari hamba-hamba-Mu pada bulan ini pasangan-pasangan kami, yang kami sangat menyukai mereka, dan mereka pun menyukai kami

“Lalu Rasulullah bersabda: “Maka tidak ada yang didapat oleh seorang hamba yang berpuasa, kecuali dipasangkan oleh Allah dengan pasangan isteri yang berasal dari bidadari itu di dalam sebuah kemah (rumah) yang terbuat dari mutiara yang indah dari apa yang telah Allah berikan, yaitu (bidadari-bidarai yang jelita, putih bersih, yang dipingit di dalam kemah-kemah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di sdalam QS. Al-Rahman [55]: 72)," terang Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Kamis (26/2/2026).

"Dan setiap perempuan dari biadadari itu memiliki 70 pakaian, yang warna pakaian itu tidak akan pernah sama dengan warna dari pakaian mana pun yang ada. Perempuan itu juga memiliki 70 macam wangi-wangian, yang harumnya tidak akan pernah dengan harumnya wangian manapun."

"Setiap perempuan dari bidadari itu memiliki 70 tempat tidur yang terbuat dari mutiara yang berwarna merah yang dihiasai dengan permata-permata yang indah, dan di atas setiap tempat tidur itu terdapat 70 permadani, yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang sangat bagus, dan di atas 70 permadani itu terdapat 70 sofa." sambungnya.

Bacaan Doa Hari ke-8 Ramadhan 1447 H

Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Kasih Sayang,

Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, 

Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan. 

Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.

Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. 

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. 

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. 

Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

'Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved