Ramadan 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
Buka puasa Kota Malang hari ini, Kamis 26 Februari 2026, pukul 17.54 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Ringkasan Berita:
- Buka puasa Kota Malang hari ini, Kamis 26 Februari 2026, pukul 17.54 WIB.
- Hari ini merupakan puasa ke-8 Ramadhan 1447 H.
- Jadwal resmi bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dengan demikian, Kamis, 26 Februari 2026 merupakan hari ke-8 pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Bagi warga Kota Malang dan sekitarnya, waktu berbuka puasa hari ini jatuh pada pukul 17.54 WIB.
Waktu Maghrib tersebut menjadi penanda berakhirnya puasa setelah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar.
Perubahan waktu berbuka terjadi secara bertahap setiap hari. Pada 26 Februari 2026, waktu Maghrib lebih awal satu menit dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Perbedaan ini merupakan bagian dari pergerakan posisi matahari yang memengaruhi waktu salat.
Berikut jadwal lengkap Kamis, 26 Februari 2026 atau 8 Ramadhan 1447 H:
- Maghrib 17:54
- Isya 19:04
Jadwal imsak dan buka puasa di masing-masing kota dapat diakses melalui laman https://www.tribunnews.com/ramadan/jadwal-imsakiyah yang bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI.
Dengan mengetahui jadwal secara tepat, masyarakat dapat mempersiapkan waktu berbuka dan ibadah salat Maghrib dengan lebih tertib.
Baca juga: Resep Es Pisang Ijo, Cocok Jadi Takjil Buka Puasa yang Menyegarkan di Bulan Ramadan
5 Opsi Doa Buka Puasa
Umat Islam memiliki beberapa riwayat doa yang dapat dibaca saat berbuka puasa. Berikut lima opsi doa buka puasa:
1. Pertama, doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
2. Kedua, masih riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab sekali lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
3. Ketiga, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)
Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)
4. Keempat, masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)
5. Kelima, doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pasar-Takjil-Ramadan-Jalan-Surabaya-Kota-Malang_20260219_185048.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.