Ramadan 2026
7 Manfaat Dzikir Pagi dan Petang di Bulan Ramadan: Pahala Berlipat, Hati Tenang, dan Terlindungi
Dzikir termasuk amalan ringan namun besar pahalanya, dan menjadi kunci agar puasa lebih bermakna serta hubungan dengan Allah semakin kuat.
Ringkasan Berita:
- Dzikir pagi dan petang di bulan Ramadan adalah perintah Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 41–42 dan menjadi sumber ketenangan hati sebagaimana disebutkan dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28.
- Amalan ini menjadi benteng dari gangguan setan, penghapus dosa, serta pelipatganda pahala di bulan penuh berkah.
- Dzikir termasuk amalan ringan namun besar pahalanya, dan menjadi kunci agar puasa lebih bermakna serta hubungan dengan Allah semakin kuat.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain puasa, shalat, dan membaca Al-Qur’an, amalan yang memiliki keutamaan besar adalah dzikir pagi dan petang.
Dzikir ini menjadi benteng ruhani yang menjaga hati tetap hidup dan jiwa tetap tenang, terutama di bulan penuh rahmat ini.
Lantas, Mengapa Dzikir Pagi dan Petang di Bulan Ramadan Sangat Penting?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 41–42:
"Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."
Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir pagi dan petang bukan sekedar amalan sunnah biasa, melainkan perintah langsung dari Allah SWT.
Terlebih lagi di bulan Ramadhan, saat setiap kebaikan dilipatgandakan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Perumamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati." (HR.Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa dzikir adalah sumber kehidupan hati. Tanpa dzikir, hati menjadi kering dan mudah lalai.
Baca juga: Agar Ketaatan Tak Luntur setelah Bulan Ramadan Rampung, Isi Puasa dengan Banyak Dzikir
Manfaat Dzikir Pagi dan Petang di Bulan Ramadan
Melansir laman Baznas, berikut 7 manfaat dzikir pagi dan petang di Bulan Ramadan:
1. Menjadi Benteng dari Gangguan Setan
Di bulan Ramadan, setan memang dibelenggu. Namun, hawa nafsu tetap ada dalam diri manusia. Karena itu, dzikir pagi dan petang tetap penting sebagai perlindungan diri.
Salah satu dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW adalah membaca Ayat Kursi serta tiga surat terakhir Al-Qur’an, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, pada waktu pagi dan petang.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa membaca tiga surat tersebut masing-masing tiga kali pada pagi dan petang akan mencukupi seseorang dari berbagai keburukan.
2. Menenangkan Hati Saat Berpuasa
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."
Dzikir pagi dan petang di bulan Ramadan membantu menjaga hati tetap tenang, terutama ketika rasa lapar, lelah, dan emosi mulai muncul.
3. Melipatgandakan Pahala di Bulan Penuh Berkah
Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Jika dzikir sudah bernilai besar di luar Ramadan, maka di bulan suci ini nilainya semakin berlipat ganda. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang banyak berdzikir, baik di pagi maupun petang.
Beberapa dzikir yang memiliki keutamaan besar antara lain:
- Subhanallah wa bihamdih (100 kali)
- Astaghfirullah
- La ilaha illallah wahdahu la syarikalah
Amalan-amalan ini disebutkan dalam berbagai hadis shahih memiliki pahala yang luar biasa.
4. Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdih 100 kali dalam sehari, maka dihapus dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Bayangkan jika amalan ini dilakukan secara rutin sebagai bagian dari dzikir pagi dan petang di bulan Ramadan. Betapa besar rahmat dan ampunan yang Allah sediakan.
5. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan
Dzikir tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga membawa keberkahan dalam hidup.
Memulai pagi dengan dzikir membuat hari terasa lebih ringan dan penuh kemudahan. Menutup petang dengan dzikir membuat hati lebih damai sebelum beristirahat.
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membiasakan dzikir, agar kebiasaan baik ini terus berlanjut setelah Ramadan berakhir.
6. Menguatkan Hubungan dengan Allah
Dzikir adalah bentuk komunikasi antara hamba dan Rabb-nya. Saat seorang Muslim rutin berdzikir di pagi dan petang, ia sedang membangun kedekatan spiritual dengan Allah.
Kedekatan ini membuat puasa terasa lebih bermakna, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memperkuat iman.
7. Amalan Ringan tetapi Sangat Besar Pahalanya
Dzikir adalah amalan yang ringan diucapkan, tetapi berat di timbangan amal. Tidak membutuhkan biaya atau tenaga besar, hanya membutuhkan keikhlasan dan konsistensi.
Jangan sampai kita sibuk dengan berbagai aktivitas di bulan Ramadan, tetapi lalai dari dzikir pagi dan petang yang justru menjadi sumber kekuatan ruhani.
Contoh Bacaan Dzikir Pagi dan Petang
Beberapa bacaan yang bisa diamalkan antara lain:
- Ayat Kursi
- Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3 kali)
- Subhanallah wa bihamdih (100 kali)
- Astaghfirullah
- Doa perlindungan pagi dan petang
Semoga kita bisa menjaga dzikir pagi dan petang selama Ramadan dan menjadikannya kebiasaan baik sepanjang tahun.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/iktikaf-akhir-ramadan_20230414_174729.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.