Ramadan 2026
Fadhilah Sholat Tarawih Malam ke-12: Wajah Bercahaya di Akhirat
Malam ke-12 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 1 Maret 2026. Dalam Durratun Nasihin, tarawih malam ini disebut membawa cahaya di hari kiamat.
Ringkasan Berita:
- 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, malam ke-12 pada 1 Maret 2026
- Tarawih malam ke-12 disebut membuat wajah bersinar di hari kiamat
- Keutamaan ini tertulis dalam Kitab Durratun Nasihin sebagai motivasi ibadah Ramadan
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan ini menjadi acuan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa serta amalan sunnah selama bulan suci, termasuk shalat tarawih setiap malam.
Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, malam ke-12 Ramadan jatuh pada Minggu malam, 1 Maret 2026, yaitu malam menjelang 12 Ramadan 1447 H.
Pada malam tersebut, umat Islam yang menjalankan shalat tarawih diyakini memperoleh keutamaan tersendiri sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Durratun Nasihin.
Dalam kitab tersebut dijelaskan berbagai keutamaan shalat tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30.
Keterangan ini bukan hadits, namun sering dijadikan motivasi untuk meningkatkan ibadah selama bulan Ramadan.
Menurut Kitab Durratun Nasihin, keutamaan shalat tarawih malam ke-12 adalah:
Malam 12: Pada saat hari kiamat, wajah orang yang melaksanakan shalat tarawih akan bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
Keutamaan ini menggambarkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan membawa kemuliaan di akhirat.
Cahaya pada hari kiamat sering diartikan sebagai tanda keselamatan dan kemudahan saat menghadapi hisab.
Baca juga: Fadhilah Tarawih Malam 1-30 Ramadan, Ini Keutamaannya
Selain malam ke-12, kitab tersebut juga menjelaskan keutamaan tarawih di malam lainnya, di antaranya:
Malam 1: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
Malam 2: Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
Malam 3: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.
Malam 4: Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.
Malam 5: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
Malam 6: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.
Malam 7: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir'aun dan Haman.
Malam 8: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.
Malam 9: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
Malam 10: Pada malam kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
Malam 11: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
Malam 12: Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Salat-Tarawih-Perdana-di-Masjid-Istiqlal_20260218_223026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.