Sabtu, 11 April 2026

Ramadan 2026

Fadhilah Puasa Hari ke-12 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Bacaan Doa, Pahala & Keutamaannya

Fadhilah Puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, Allah SWT menjadikan hambanya keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan.

/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
FADHILAH PUASA RAMADAN - Umat Islam membaca Alquran sesudah melaksanakan salat duhur berjamaah di Masjid Agung Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/3/2025). Di bulan Ramadan 1446 H yang penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus Alquran di masjid. Fadhilah Puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, Allah SWT menjadikan hambanya keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan. 
Ringkasan Berita:
  • Keutamaan puasa hari ke-12 Ramadhan 2026 dapat menjadi dorongan semangat agar iman tidak goyah dan ibadah di bulan suci dapat sempurna.
  • Fadhilah Puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT menjadikan hambanya keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda.
  • Orang yang menunaikan puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, maka ketika kiamat datang, wajahnya seperti bulan purnama.

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Senin, 2 Maret 2026 umat Islam di Indonesia telah memasuki hari ke-12 puasa Ramadhan 1447 H.

Hari ke-12 Puasa Ramadhan 1447 H didapat jika masyarakat memulai puasa merujuk hasil sidang isbat ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang penuh keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya dan Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebarnya.

Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan menjalankan puasa dan Allah SWT akan melipat gandakan pahala bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab.

Oleh karenanya, bagi umat yang menjalankannya dapat berlomba-lomba meraih keutamaan atau fadhilah puasa di hari ke-12 Ramadhan 1447 H ini.

Fadhilah puasa hari ke-12 Ramadhan 2026 dapat menjadi dorongan semangat agar iman tidak goyah dan ibadah di bulan suci dapat sempurna.

Jika berpuasa manusia dilatih secara fisik dan dididik secara batin, serta dapat meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Rasulullah SAW dalam sabdanya menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila umat muslim dan muslimah mengetahui fadhilah puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadhilah Puasa Hari ke-12 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Menurut pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Baca juga: Menteri Agama Soroti Hate Speech di Ramadan, Jangan Sampai Merusak Persatuan Bangsa

Keutamaan Puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT menjadikan hambanya keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda.

Selain itu Allah SWT akan mencatat bagi kalian setiap kebaikan seribu kebaikan. 

Orang yang menunaikan puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, maka ketika kiamat datang, wajahnya seperti bulan purnama.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.

Apabila fajar telah terbit, Jibril menyeru kepada semua malaikat, kembalila, kembalilah. Lalu para malaikat itu bertanya: “Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi hajat/ kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw? 

Lalu Jibril menjawab: “Pada ini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah memaafkan mereka, mengampuni mereka, kecuali empat orang. 

Lalu ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, siapa mereka yang empat itu? Nabi menjawab: “peminum khamar, orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya, orang yang meutuskan hubungan silaturrahim, dan orang yang bermusuhan."

“Hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a. Hadis itu cukup panjang, dan isi-isi dari hadis itu sebagai berikut: Rasulullah menyatakan bahwa sesungguhnya surga sungguh-sungguh mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Senin (2/3/2026).

"Apabila hari pertama bulan Ramadhan telah datang, lalu Allah memerintahkan kepada Ridwan, penjaga surga untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa, memerintahkan kepada Malik, penjaga neraka untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa.," lanjutnya.

Bacaan Doa Hari ke-12 Ramadhan 1447 H

اللَّهُمَّ زَيْنِي فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَاسْتُرْنِي فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ وَاحْمِلْنِي فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ وَ آمِنِيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ

Latin:

Allâhumma zayyinî fihi bissitri wal 'afâf wasturnî fihi bilibâsil qunû'i wal kafâf wahmilnî fihi 'alal 'adli wal inshâf wa Wa âminnî fihi min kulli mâ akhâfu bi'ismatika ya 'ismatal khâifin

Artinya: "Ya Allah, mohon hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri. Tuntunlah aku untuk senantiasa bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang aku takuti. Dengan Perlindungan-MU, Wahai tempat bernaung bagi mereka yang ketakutan."

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan. 

Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.

Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. 

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. 

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. 

Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved