Ramadan 2026
Hati-hati! Ini 6 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membayar Zakat Fitrah
Berikut 6 kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah. Pastikan niat zakat jelas dan nominal sesuai ketentuan yang berlaku.
Ringkasan Berita:
- Zakat fitrah harus dibayar sebelum salat Id dan sesuai jumlah tanggungan agar sah dan sempurna.
- Pastikan niat jelas dan nominal sesuai ketentuan, jangan sampai zakat berubah menjadi sedekah biasa.
- Salurkan zakat ke pihak yang tepat dan jangan menunda, agar manfaat sosial dan keberkahan tercapai.
TRIBUNNEWS.COM - Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Meski terlihat sederhana dan rutin dilakukan setiap tahun, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat membayarnya.
Kesalahan-kesalahan ini terkadang dianggap sepele, padahal bisa memengaruhi keabsahan atau kesempurnaan zakat itu sendiri.
Agar ibadah tetap sah dan bernilai sempurna, penting untuk memahami hal-hal yang perlu dihindari.
Lantas, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah?
6 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membayar Zakat Fitrah
Berikut 6 kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah dilansir dari Baznas Yogyakarta:
1. Membayar Setelah Salat Idulfitri
Kesalahan paling umum adalah menunda zakat fitrah hingga setelah salat Idulfitri.
Padahal, zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum salat Idulfitri.
Jika terlambat tanpa alasan yang dibenarkan, zakat tersebut berubah menjadi sedekah biasa, bukan zakat fitrah yang sah.
Baca juga: Kenapa Zakat Fitrah Harus Dibayar sebelum Salat Idul Fitri? Simak Penjelasannya
Untuk itu, sebaiknya rencanakan pembayaran lebih awal agar tidak terburu-buru.
2. Salah Menghitung Jumlah Tanggungan
Kepala keluarga bertanggung jawab membayar zakat untuk dirinya dan seluruh anggota keluarga, seperti istri dan anak-anak.
Kesalahan sering terjadi jika ada anggota keluarga yang terlewat.
Pastikan jumlah tanggungan sudah dihitung dengan benar agar pembayaran lengkap.
3. Nominal Tidak Sesuai Ketentuan
Zakat fitrah biasanya setara 1 sha’ bahan makanan pokok, atau sekitar 2,5 kilogram beras per orang di Indonesia.
Jika dibayarkan dalam bentuk uang, nominal harus menyesuaikan harga beras setempat.
Membayar di bawah ketentuan, walaupun sedikit, bisa membuat zakat tidak sah secara syariat.
4. Tidak Berniat dengan Jelas
Niat adalah bagian penting dalam ibadah.
Pastikan niat zakat fitrah jelas dalam hati, bahwa yang dikeluarkan adalah zakat, bukan sekadar sedekah.
Niat yang kurang tegas bisa membuat ibadah terasa formalitas semata, bukan kewajiban yang dijalankan dengan kesungguhan.
5. Menyalurkan ke Pihak yang Tidak Tepat
Zakat fitrah hanya boleh diberikan kepada mustahik, seperti fakir dan miskin.
Kesalahan terjadi jika zakat disalurkan kepada orang yang tidak berhak.
Untuk menghindari hal ini, gunakan panitia masjid atau lembaga amil zakat resmi yang memahami aturan distribusi.
6. Menunda karena Merasa Masih Ada Waktu
Banyak orang menunda pembayaran karena berpikir “masih ada waktu.”
Padahal, kesibukan menjelang Idulfitri sering membuat lupa atau terlambat.
Lebih baik menunaikan zakat fitrah lebih awal di bulan Ramadhan agar hati tenang dan ibadah sah.
Membayar zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan penyempurna ibadah puasa.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kita bisa memastikan zakat sah, tepat waktu, dan membawa keberkahan.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bayar-zakat-fitrah-di-masjid-pusdai-jabar_20230414_175925.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.