Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Kamis, 5 Maret 2026

Jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis, 5 Maret 2026 yang dikutip dari kanal Ramadan Kebaikan Melokal.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM - Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Jadwal imsakiyah ini memuat informasi waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya sebagai panduan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Waktu imsak menjadi penanda berakhirnya sahur, sementara azan Magrib menandai waktu berbuka puasa.

Adapun jadwal imsak di Samarinda pada Kamis ialah pukul 04.55, kemudian Subuh pada 05.05.

Sementara itu, Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa berkumandang pada 18.30. Berikut jadwal selengkapnya.

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
KOTA SAMARINDA
Imsak 04:55
Subuh 05:05
Zhuhr 12:27
‘Ashr 15:35
Maghrib 18:30
‘Isya’ 19:38

Doa Niat Berpuasa

Bacaan niat puasa Ramadan:

Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.

Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."

Baca juga: Meraih Pahala Besar di Bulan Ramadan 1447 H dengan Kekuatan Sabar

Tips Agar Puasa Menenangkan Jiwa

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi bisa jadi momen untuk menenangkan pikiran dan hati.

Psikiater Lahargo Kembaren mengatakan, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar kesehatan jiwa terjaga sehingga batin terasa lebih tenang.

Menurut sejumlah penelitian, puasa maupun intermittent fasting menunjukkan bahwa membatasi makan dengan sadar dapat membantu stabilisasi mood, meningkatkan kontrol impuls, serta memperkuat makna hidup.

Ada istilah detoksifikasi psikologis yaitu proses penataan ulang pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental yang terlalu penuh oleh distraksi dan tekanan.

1. Belajar Menenangkan Reaksi Batin

Contoh aktivitas sederhana adalah latihan napas perlahan saat emosi mulai naik dan menunda respons terhadap pesan atau konflik hingga emosi lebih stabil.

“Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

2. Menguatkan Makna dan Harapan

Saat menjalankan puasa hampir selalu diiringi ibadah yang lebih banyak dan rutin misalnya doa, salat, membaca al-quran dan refleksi diri.

Dalam psikologi ini dikenal sebagai spiritual coping, cara seseorang menggunakan nilai spiritual untuk menghadapi tekanan hidup.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mempraktikkan coping spiritual cenderung memiliki: rasa makna hidup lebih kuat, tingkat harapan yang lebih tinggi, serta kemampuan menerima situasi sulit dengan lebih tenang.

Contoh aktivitas yang bisa dilakukan , membaca al-quran, doa atau renungan serta menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap malam.

3. Menurunkan Stres

Contoh aktivitas adalah jalan santai, olahraga ringan menjelang berbuka dan mengurangi paparan berita atau media sosial yang memicu stres.

“Puasa bukan sekedar menahan makan, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat,” ungkap anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI.

4. Kesempatan untuk Reset Mental

Secara psikologis, saat berpuasa bisa memberi peluang untuk mengubah kebiasaan lama menjadi pola yang lebih sehat.

Contoh aktivitas: membaca buku reflektif hingga mengikuti kelas, kajian atau diskusi pengembangan diri selama bulan puasa.

Saat pola lama berhenti sejenak, otak menemukan ruang untuk bertumbuh.

5. Latihan Menunda Gratifikasi

Puasa adalah praktik nyata dari delay of gratification. Dalam psikiatri, kemampuan menunda dorongan berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang.

Contoh aktivitas yang bisa dilakukan untuk latihan menunda gratifikasi adalah- mindful eating saat berbuka: makan perlahan dan sadar, memberi jeda beberapa detik sebelum mengambil keputusan penting.

Saat berpuasa yang dilatih bukan hanya sekedar perut, tapi kemampuan berkata ‘cukup’.

6. Pikiran Lebih Terarah

Sebagian orang melaporkan kejernihan mental selama puasa. Hal ini bisa terjadi karena berkurangnya overstimulasi dan meningkatnya kesadaran diri.

Aktivitas yang bisa dilakukan adalah - menyusun tiga prioritas utama setiap pagi dan mengurangi multitasking yang berlebihan karena saat distraksi berkurang maka pikiran menemukan arah.

7. Empati yang Bertumbuh

Puasa sering diiringi kegiatan berbagi dan kebersamaan.

Melalui relasi yang hangat, seseorang dapat merasakan empati yang lebih dalam, koneksi emosional yang kuat, serta rasa memiliki dalam komunitas.

Contoh aktivitas: berbuka bersama keluarga atau teman dan kerabat maupun terlibat dalam kegiatan sosial atau pelayanan.

Puasa bukan sekadar ritual fisik, tetapi sebuah perjalanan psikologis dan spiritual yang membantu manusia memperlambat langkah di tengah dunia yang serba cepat.

Puasa adalah sarana detoksifikasi jiwa, yang ditahan bukan hanya rasa lapar tapi juga emosi, ego, impulsivitas dan pikiran yang berisik.

“Puasa adalah ibadah yang memberikan jeda bagi raga untuk membersihkan yang berlebihan, sehingga jiwa kembali seimbang,” pesan dokter Lahargo.

(Tribunnews.com/Deni)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved