Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-15 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Bacaan Doa & Pahala Keutamaan
Fadhilah Puasa hari ke-15 Ramadhan 1447 H Allah SWT menunaikan untuk orang yang berpuasa hajat-hajat dunia dan akhirat, malaikat memohon kebaikan.
Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-15 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT menunaikan untuk orang yang berpuasa hajat-hajat dunia dan akhirat.
- Allah SWT memberi umatnya yang berpuasa hari ini apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan.
- Malaikat juga memohon agar ditambah kebaikan padanya.
TRIBUNNEWS.COM - Kamis, 5 Maret 2026, umat Islam di Indonesia memasuki hari ke-15 pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Artinya, separuh perjalanan bulan suci telah dilalui.
Penetapan awal Ramadhan tahun ini sebelumnya merujuk pada hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Memasuki pertengahan Ramadhan 2026 menjadi momen penting bagi setiap Muslim untuk melakukan refleksi diri: sejauh mana kualitas puasa, sholat, tilawah Al-Qur’an, serta amal kebaikan lainnya telah dijalankan dengan optimal.
Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, bulan suci ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Di bulan yang penuh keberkahan ini, pintu rahmat dan ampunan dibuka selebar-lebarnya bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Setiap amal kebajikan yang dilakukan selama bulan ini dijanjikan pahala yang berlipat ganda. Karena itu, memasuki hari ke-15 Ramadhan 1447 H, umat Islam dianjurkan semakin menjaga niat, adab, dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa agar tidak sekadar menjadi rutinitas tanpa makna.
Keutamaan atau fadhilah puasa hari ke-15 Ramadhan 1447 H dapat menjadi pendorong agar semangat ibadah tetap terjaga.
Puasa bukan hanya latihan fisik untuk menahan lapar dan haus, melainkan juga proses pembentukan karakter spiritual, pengendalian diri, serta penguatan kesabaran.
Baca juga: Ngabuburit Sambil Main Pickleball, Harlin Rahardjo Perkenalkan Tradisi Baru di Bulan Ramadhan
Melalui ibadah ini, seorang Muslim dididik untuk meraih derajat takwa, yang menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan.
Besarnya nilai puasa ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa yang dilandasi iman dan keikhlasan akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Oleh karena itu, memahami keutamaan puasa di pertengahan Ramadhan diharapkan mampu membangkitkan kembali motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Memasuki fase pertengahan Ramadhan 2026 ini, umat Islam dianjurkan memanfaatkan setiap detik waktu dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, menunaikan sholat sunnah, bersedekah, serta melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.
Kesungguhan dan keikhlasan, sisa hari di bulan suci dapat dijalani secara maksimal sehingga keberkahan Ramadhan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Pertengahan Ramadhan bukan waktu untuk mengendurkan semangat, melainkan momentum untuk bangkit dan memperkuat komitmen.
Semoga puasa hari ke-15 ini menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas ibadah hingga akhir bulan, sehingga Ramadhan 1447 H benar-benar membawa perubahan yang lebih baik dalam diri setiap Muslim.
Fadhilah Puasa Hari ke-15 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Berdasarkan pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-15 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT menunaikan untuk orang yang berpuasa hajat-hajat dunia dan akhirat.
Serta memberi umatnya yang berpuasa hari ini apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan..
Orang yang menunaikan puasa hari ke-15 Ramadhan 1447 H pada hari kiamat Allah akan memberi kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.
Malaikat juga memohon agar ditambah kebaikan padanya.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Keutamaan bagi ahli puasa juga dia sampaikan.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْك
Artinya: setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kesturi. (HR Muslim)
“Mengutip ayat Al-Quran dalam Surah Maryam (QS. Maryam: 26) yang menyatakan bahwa puasa adalah bentuk pengabdian yang sangat mendalam kepada Allah, bahkan mengharuskan seseorang untuk tidak berbicara kepada orang lain sebagai bagian dari nazar mereka. Ini menunjukkan kedalaman makna puasa yang lebih dari sekadar menahan diri dari keinginan fisik," dikutip dari UMS, Kamis (5/3/2026).
"Hikmah puasa sangat banyak. Selain menahan diri dari hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain, puasa juga berfungsi sebagai sarana untuk muhasabah diri, yaitu introspeksi diri. Lebih lanjut, Ari menyebut bahwa puasa juga dapat menghilangkan kecemburuan sosial, mengajarkan tenggang rasa, dan menumbuhkan toleransi antar sesama,” lanjutnya.
Bacaan Doa Hari ke-15 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِينَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِي بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِينَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ
Latin:
Allâhummar zuqni fihi thâ'atal khâsyi'în wasyrah fihi shadrî bi inâbatil mukhbitin biamânika yâ amânal khâifîn
Artinya: "Ya Allah, Mohon anugrahkan padaku di bulan ini dengan ketaatan orang-orang yang khusyu serta lapangkanlah dadaku dan dengan taubat orang-orang yang rendah diri. Dengan kekuatan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang ketakutan."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/membaca-al-quran-di-bulan-ramadan_20220404_152311.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.