Ramadan 2026
Keutamaan dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadan
Hukum melaksanakan salat witir ialah sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat dianjurkan, simak keutamaan dan tata cara pelaksanaannya.
Ringkasan Berita:
- Salat witir merupakan salat malam ganjil yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan.
- Salat ini berfungsi sebagai penutup rangkaian ibadah malam dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Pelaksanaan salat witir bersifat sunah muakkadah dan tidak boleh dilakukan dua kali dalam satu malam.
TRIBUNNEWS.COM - Salat witir menjadi salah satu ibadah malam yang sangat dianjurkan, khususnya di bulan suci Ramadan.
Menurut KH Saepul Huppadz, Kepala Bidang Imarah Masjid Agung Al Amjad, salat witir bukan hanya sebagai penyempurna rangkaian ibadah malam.
Melainkan juga menjadi sarana untuk mengesakan Allah SWT dan meneladani Rasulullah SAW.
Salat witir juga membantu melatih ketekunan dan pengendalian diri bagi setiap muslim.
Keutamaan Salat Witir
Dalam tayangan program Mutiara Ramadhan di kanal YouTube Tribunnews, KH Saepul Huppadz mengingatkan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 56 sebagai berikut:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
wa mâ khalaqtul-jinna wal-insa illâ liya‘budûn
Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kehidupan manusia seharusnya diarahkan untuk beribadah.
Dalam hal ini, Saepul Huppadz menjabarkan ibadah yang dimaksud mencakup ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.
Baca juga: 5 Keistimewaan Malam Nuzulul Quran, Lengkap dengan Sejarah Peristiwanya
Mahdhah adalah ibadah langsung kepada Allah dengan tata cara, waktu, dan aturan baku berdasar dalil, seperti shalat serta puasa.
Sedangkan ghairu mahdhah adalah segala perbuatan baik, aktivitas duniawi, atau sosial yang diniatkan karena Allah, seperti bekerja, menuntut ilmu, dan sedekah.
Semua ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal di akhirat.
KH Saepul kemudian menekankan bahwa salat witir adalah salah satu ibadah malam yang sangat penting, terutama di bulan Ramadan.
Salat ini bersifat ganjil, dilaksanakan sebagai penutup salat malam, dan memiliki keunikan karena tidak ada salat lain yang menyerupainya.
Ia menjelaskan bahwa witir sebaiknya dilakukan setelah qiyamullail atau salat malam lainnya, sebagai penyempurna rangkaian ibadah kita.
Mengenai hukum pelaksanaan, salat witir tergolong sunah muakkadah yaitu sunah yang sangat dianjurkan.
Tata Cara Pelaksanaan Salat Witir
Dalam mazhab Syafi’i, terdapat beberapa cara melaksanakan witir.
Salat witir bisa dilakukan dengan tiga rakaat (dua rakaat dulu lalu salam, satu rakaat tambahan), atau sekaligus tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat tanpa salam di tengah, hanya satu salam di akhir.
KH Saepul menekankan, salat witir tidak boleh dilaksanakan dua kali dalam satu malam.
Jika dilakukan dua kali, jumlah rakaatnya menjadi genap dan tidak lagi disebut sebagai salat witir.
Hal ini sesuai hadis:
لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ
La witroni fi lailatin
Artinya: "Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam."
Baca juga: 2 Amalan Utama untuk Menggapai Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan
Makna Salat Witir
Selain sebagai penyempurna salat malam, salat witir memiliki makna yang dalam.
Pertama, mengesakan Allah SWT.
Dalam salat ini, kita menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak beranak, dan tidak diperanakkan.
Kedua, witir adalah sunah Rasulullah SAW, sehingga dengan melaksanakannya, umat Islam meneladani perintah Nabi.
Ketiga, salat witir berfungsi sebagai salat penutup dari seluruh ibadah malam kita.
Salat ini menjadi momen doa penutup yang istimewa.
KH Saepul juga menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam beribadah.
Seluruh amalan, termasuk salat witir, hanya akan bermakna jika dilakukan lillahi ta’ala, karena amal yang dilakukan selain karena Allah tidak akan menjadi bekal di akhirat.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Salat-Tarawih-Perdana-di-Masjid-Istiqlal_20260218_221749.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.