Ramadan 2026
Istighfar di Waktu Sahur Ramadan, saat Terbaik Memohon Ampunan kepada Allah
Waktu menjelang sahur juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.
Ringkasan Berita:
- Waktu sahur di bulan Ramadan menjadi salah satu momen terbaik untuk memperbanyak doa, zikir, dan istighfar karena termasuk waktu yang penuh keberkahan.
- Menjelang imsak dan berbuka puasa dianjurkan untuk memperbanyak doa karena pada saat itu Allah menerima permohonan hamba-Nya.
- Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat istimewa untuk sholat malam, bermunajat, serta memohon ampunan dengan penuh ketulusan kepada Allah.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Pada bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Salah satu momen penting dalam rangkaian ibadah puasa adalah sahur.
Sahur merupakan aktivitas makan dan minum yang dilakukan sebelum waktu imsak sebagai persiapan menjalankan puasa sepanjang hari.
Namun, sahur bukan sekadar mengisi energi fisik.
Waktu menjelang sahur juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena termasuk bagian dari sepertiga malam terakhir, waktu yang dikenal sebagai saat paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya.
Pada saat inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.
Istighfar sendiri adalah permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Kalimat istighfar seperti “Astaghfirullahal ‘azim” menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan membutuhkan rahmat serta pengampunan dari Allah.
Waktu sahur sering disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk memohon ampunan.
Baca juga: 4 Bentuk Ibadah Ringan Pahala Besar di Bulan Ramadan 2026
Suasana yang hening, ketika sebagian besar manusia masih terlelap, menjadikan momen ini penuh kekhusyukan.
Dalam banyak ajaran Islam disebutkan bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu rahmat-Nya dan mengabulkan doa hamba-hamba yang bersungguh-sungguh bermunajat.
Waktu Sahur sebagai Saat Mustajab untuk Berdoa
Dalam tayangan Mutiara Ramadan di kanal YouTube Tribunnews, Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa salah satu amalan terbaik yang dapat dilakukan umat Islam adalah memperbanyak doa dan zikir pada waktu-waktu yang penuh keberkahan, terutama menjelang sahur.
Menurutnya, saat sahur dan menjelang berbuka puasa merupakan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa.
"Doa dan amal yang paling baik untuk kita lakukan ialah doa zikir pada saat menjelang sahur, katanya.
Pada saat-saat tersebut, Allah membuka pintu langit-Nya dan menerima doa serta zikir dari hamba-hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.
"Ya, pada saat sahur dan menjelang buka puasa Tuhan akan membuka kedua tangan-Nya, membuka langit-Nya, menerima zikir, menerima doa hamba-Nya," jelasnya.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada detik-detik menjelang imsak maupun menjelang berbuka puasa, karena kedua waktu tersebut termasuk momen yang sangat dianjurkan untuk bermunajat kepada Allah SWT.
"Manakala dilakukan di tempat itu, banyaklah berdoa detik-detik menjelang buka puasa. Banyaklah berdoa detik-detik menjelang imsak," tambahnya.
Menghidupkan Sahur dengan Istighfar dan Sholat Malam
Waktu sahur juga menjadi kesempatan yang baik untuk memperbanyak istighfar.
Selain bangun untuk makan sahur, seorang Muslim dapat mengisi waktu tersebut dengan doa, zikir, dan sholat malam atau qiyamul lail.
Dalam suasana malam yang sunyi, seorang hamba dapat menumpahkan rasa penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Istighfar yang dipanjatkan dengan hati yang tulus menjadi bentuk kerendahan diri di hadapan Allah, sekaligus harapan agar dosa-dosa diampuni.
Bahkan, meneteskan air mata tobat pada waktu tersebut memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, karena tangisan yang lahir dari kesadaran akan dosa menunjukkan keikhlasan untuk kembali kepada Allah SWT.
"Karena hanya air mata tobat yang mampu memadamkan api nerakanya para pendosa," jelasnya.
Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa ada beberapa jenis air mata yang memiliki kedudukan istimewa.
"Ada tiga air mata yang mustahil masuk neraka kata Rasulullah," terangnya.
Di antaranya adalah air mata yang keluar karena kerinduan kepada Allah dan Rasul-Nya, air mata yang menetes karena penyesalan atas dosa-dosa masa lalu, serta air mata yang muncul karena kegelisahan melihat kemaksiatan di sekitar tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.
Air mata yang lahir dari perasaan tersebut diyakini memiliki nilai yang sangat mulia di sisi Allah dan menjadi tanda keimanan yang tulus.
"Kalau air mata keluar karena tiga faktor ini, bersyukurlah karena air mata itu tidak akan masuk dalam neraka," ungkapnya.
Baca juga: Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tanda-tandanya di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Sepertiga Malam, Waktu Terdekat antara Hamba dan Tuhannya
Sepertiga malam terakhir sering disebut sebagai waktu paling istimewa untuk bermunajat kepada Allah.
"Maka itu tempat yang paling bagus menumpahkan air mata di bulan Ramadan. Apalagi di waktu sahur. Malam hari adalah jarak antara hamba dengan Tuhannya lebih dekat," jelasnya.
Pada saat itu, suasana malam yang sunyi memberikan kesempatan bagi seorang hamba untuk berdoa dengan lebih khusyuk dan mendalam.
Melalui salat malam, istighfar, dan doa yang panjang, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan atas segala dosa yang pernah dilakukan.
"Maka itu, doalah panjang-panjang di malam hari ya. Sepertiga malam itu tempat paling bagus untuk melakukan sholat dan melakukan doa di tempat itulah yang paling bagus untuk kita melakukan taubat penyembahan pendakian terhadap Allah SWT," pungkasnya.
Ramadan menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memanfaatkan waktu-waktu tersebut sebagai jalan menuju pengampunan dan rahmat Allah SWT.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Puasa Ramadan dan Sahur
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.