Kamis, 4 Juni 2026

Ramadan 2026

Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Rabu, 11 Maret 2026

Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Tribunnews/Jeprima
IBADAH RAMADAN - Umat muslim menjalankan ibadah shalat Ashar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat muslim yang menjalankan ibadah. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Jadwal imsakiyah ini memuat informasi waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya sebagai panduan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Waktu imsak menjadi penanda berakhirnya sahur, sementara azan Magrib menandai waktu berbuka puasa.

Adapun jadwal imsak di Samarinda pada Rabu ialah pukul 04.54 Wita, kemudian Subuh pada 05.04 Wita.

Sementara itu, Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa berkumandang pada 18.28 Wita. Berikut jadwal selengkapnya.

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
KOTA SAMARINDA
Imsak 04:54
Subuh 05:04
Zhuhr 12:25
‘Ashr 15:30
Maghrib 18:28
‘Isya’ 19:36

Doa Niat Berpuasa

Bacaan niat puasa Ramadan:

Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.

Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."

Baca juga: Dokter Ungkap Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat Saat Puasa, Kunci Utamanya Hidrasi

Cara Jaga Kulit Tetap Sehat saat Puasa

Perubahan pola makan, jam tidur, serta berkurangnya asupan cairan selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi kondisi tubuh secara umum, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit.

Kulit sebagai organ terbesar tubuh ikut mengalami proses adaptasi terhadap perubahan ritme biologis tersebut. 

Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kulit seperti kekeringan, iritasi, hingga tampilan kulit yang kusam.

Karena itu, para ahli menilai Ramadan justru bisa menjadi momentum untuk menata kembali rutinitas perawatan kulit melalui langkah-langkah yang lebih sederhana, konsisten, dan berfokus pada kebutuhan dasar kulit.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr Arlene Rainamira mengatakan, selama Ramadan seseorang dapat memprioritaskan hal-hal yang paling esensial dalam perawatan kulit, yakni menjaga hidrasi, melindungi kulit dari paparan lingkungan, serta memperhatikan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan kulit.

“Tujuan utama perawatan kulit selama Ramadan adalah menjaga hidrasi dan memperkuat pertahanan alami kulit,” kata dr Arlene dalam kegiatan edukasi Insights on Healthy Skin, Nutrition, and Self-Care yang digelar di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, ketika seseorang berpuasa, tubuh mengalami adaptasi metabolik akibat perubahan pola makan dan berkurangnya asupan cairan pada siang hari.

Kondisi ini turut memengaruhi kulit yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrasi serta melindungi tubuh dari berbagai faktor eksternal.

Berkurangnya cairan dalam tubuh dapat memicu sejumlah gejala pada kulit, seperti kulit terasa kering dan tertarik setelah mencuci wajah, meningkatnya sensitivitas sehingga kulit lebih mudah merah atau gatal, hingga kambuhnya masalah kulit seperti jerawat dan eksim.

Selain itu, dehidrasi ringan juga dapat menyebabkan kulit tampak kusam serta bibir menjadi pecah-pecah.

KONDISI KULIT - Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr Arlene Rainamira, dalam kegiatan edukasi Insights on Healthy Skin, Nutrition, and Self-Care, di Jakarta, baru-baru ini, menjelaskan, gejala dan perawatan kulit minimalis saat bulan puasa.
KONDISI KULIT - Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr Arlene Rainamira, dalam kegiatan edukasi Insights on Healthy Skin, Nutrition, and Self-Care, di Jakarta, baru-baru ini, menjelaskan, gejala dan perawatan kulit minimalis saat bulan puasa. (HO/IST/HO/IST)

“Selama bulan puasa, kulit menghadapi tantangan berupa perubahan hidrasi dan ritme biologis. Karena itu, menjaga kekuatan skin barrier sangat penting,” ujar dr. Arlene.

Untuk menjaga kesehatan kulit selama Ramadan, dr. Arlene menyarankan rutinitas perawatan yang sederhana namun konsisten.

Pada pagi hari, langkah pertama adalah membersihkan wajah menggunakan gentle cleanser yang mampu membersihkan kulit tanpa menghilangkan minyak alaminya.

Setelah itu, penggunaan hydrating toner atau essence dapat membantu memberikan hidrasi awal pada kulit. Tahap berikutnya adalah menggunakan pelembap (moisturizer) guna mengunci kelembapan agar kulit tetap terhidrasi sepanjang hari.

Langkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah penggunaan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet serta stres lingkungan.

Sementara itu pada malam hari, rutinitas perawatan kulit difokuskan pada proses pemulihan dan regenerasi kulit.

Wajah kembali dibersihkan dengan gentle cleanser, kemudian dilanjutkan dengan hydrating toner untuk membantu penyerapan nutrisi dari produk perawatan selanjutnya.

Penggunaan targeted serum dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, misalnya untuk hidrasi, memperbaiki tekstur, atau membantu mencerahkan kulit.

Jika kondisi kulit sangat kering, penggunaan pelembap yang lebih kaya dapat membantu memberikan hidrasi intensif selama proses regenerasi kulit pada malam hari.

Dr Arlene juga menekankan pentingnya memilih produk dengan formula yang lembut dan tidak menimbulkan iritasi.

Produk yang baik seharusnya tidak membuat kulit terasa kaku atau tertarik setelah mencuci wajah serta mampu mendukung hidrasi dan memperkuat skin barrier.

“Selama Ramadan, pilih formula lembut yang fokus pada hidrasi untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan kulit,” jelasnya.

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi selama Ramadan.

Dokter spesialis gizi dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK menjelaskan bahwa pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mendukung proses regenerasi alami tubuh, termasuk kesehatan kulit.

Protein berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu perbaikan jaringan kulit, sementara asam lemak omega-3 dikenal memiliki efek antiinflamasi yang dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.

Selain itu, konsumsi sayur dan buah yang kaya antioksidan juga penting untuk membantu melindungi kulit dari stres oksidatif.

“Selama Ramadan, tubuh dan kulit sama-sama beradaptasi. Pola makan yang seimbang, kaya protein, lemak sehat, serta antioksidan dapat membantu proses regenerasi alami tubuh sekaligus mendukung kesehatan kulit,” ujarnya.

Dengan perawatan yang tepat serta pola hidup yang seimbang, kesehatan kulit dapat tetap terjaga sepanjang bulan puasa.

Ramadan pun dapat menjadi momentum untuk kembali pada hal-hal yang esensial, termasuk merawat diri secara lebih sederhana dan lebih mindful terhadap kebutuhan tubuh.

(Tribunnews.com/Deni/Rina)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved