Ramadan 2026
Tata Cara Itikaf agar Ibadah Tetap Khusyuk di Masjid
Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Ringkasan Berita:
- Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat ikhlas mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
- Selama itikaf, perbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan introspeksi diri.
- Jaga lisan, perilaku, dan fokus pada ibadah, serta keluar dari masjid hanya untuk keperluan penting agar khusyuk terjaga.
TRIBUNNEWS.COM - Itikaf merupakan salah satu amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.
Seperti ibadah lainnya dalam Islam, itikaf harus dilakukan dengan niat karena Allah SWT.
Niat sebenarnya cukup di dalam hati, namun sebagian ulama juga mengajarkan lafaz niat sebagai berikut:
"Nawaitul i'tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta'ala."
Pengertian Itikaf
Secara bahasa, itikaf berasal dari kata ‘akafa yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat.
Dalam istilah syariat Islam, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.
Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan itikaf.
Baca juga: Jadwal Itikaf Masjid Istiqlal 2026, Gratis untuk Umum dan Tanpa Registrasi
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa itikaf merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar.
Melansir laman Baznas, pada dasarnya, itikaf dapat dilakukan kapan saja selama seseorang berada di masjid dengan niat ibadah. Namun waktu yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa itikaf biasanya dimulai sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan hingga akhir Ramadan.
Sementara sebagian ulama lain berpendapat itikaf dapat dimulai setelah melaksanakan salat Subuh pada tanggal 21 Ramadan.
Perbedaan pendapat tersebut tidak menjadi masalah, selama itikaf dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Tata Cara Itikaf agar Tetap Khusyuk
Agar ibadah ini dapat dijalankan dengan baik dan khusyuk, ada beberapa tata cara itikaf yang perlu diperhatikan:
Baca juga: Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tanda-tandanya di 10 Hari Terakhir Ramadhan
1. Dilaksanakan di masjid
Para ulama sepakat bahwa itikaf harus dilakukan di masjid, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri) sedang kamu beri'tikaf di dalam masjid." (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tempat pelaksanaan itikaf adalah di masjid. Sebagian ulama juga menganjurkan itikaf dilakukan di masjid yang digunakan untuk salat berjamaah.
2. Memperbanyak Ibadah
Tata cara itikaf berikutnya adalah memperbanyak ibadah selama berada di masjid. Tujuan utama itikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan selama itikaf antara lain:
- Membaca Al-Qur'an
- Melakukan shalat sunnah
- Berdzikir dan berdoa
- Mendengarkan kajian keislaman
- Muhasabah atau introspeksi diri
3. Menjaga Lisan dan Perilaku
Orang yang sedang itikaf dianjurkan menjaga sikap serta menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat, seperti bercanda berlebihan, bergosip, atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Itikaf seharusnya menjadi momen untuk menenangkan hati dan memperbanyak mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga adab selama berada di masjid menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah ini.
4. Fokus pada Ibadah
Selama menjalankan itikaf, seorang muslim dianjurkan memusatkan perhatian pada ibadah dan mengurangi aktivitas duniawi. Misalnya dengan membatasi penggunaan ponsel untuk hal-hal yang tidak penting serta menghindari percakapan yang tidak diperlukan.
Dengan fokus pada ibadah, itikaf akan memberikan ketenangan batin dan meningkatkan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
5. Keluar dari Masjid Hanya untuk Keperluan Penting
Seseorang yang sedang itikaf tidak dianjurkan keluar dari masjid kecuali untuk keperluan mendesak, seperti ke kamar mandi, makan, atau kebutuhan penting lainnya.
Apabila harus keluar karena kebutuhan tersebut, itikaf tetap dianggap sah selama dilakukan dalam batas yang wajar.
Melalui ibadah itikaf, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ratusan-Tenda-Hiasi-Pelaksanaan-Itikaf-di-Masjid-Habiburrahman_20250322_053230.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.