Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-21 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Pahala Keutamaannya
Fadhilah Puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT meluaskan kuburannya seribu farsakh dan memberi rumah dari cahaya di syurga.
Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT meluaskan kuburannya seribu farsakh.
- Allah memberi rumah dari cahaya di syurga.
- Orang yang menunaikan puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H diberi wajah seperti Yusuf bin Ya'qub (as).
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Rabu 11 Maret 2026, umat Islam di Indonesia sudah memasuki puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 Hijriah.
Puasa hari ke-21 Ramadhan 2026 ini artinya masyarakat telah memasuki 10 hari terakhir puasa Ramadhan.
Oleh karenya penting penting bagi setiap Muslim untuk melakukan refleksi diri, mulai sejauh mana kualitas puasa, sholat, tilawah Al-Qur’an, serta amal kebaikan lainnya telah dijalankan dengan optimal.
Puasa Ramadhan merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Pada bulan Ramadhan Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan diberikan selebar-lebarnya bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Kemudian amal kebajikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan dijanjikan pahala yang berlipat ganda.
Memasuki puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H, umat Islam dianjurkan semakin menjaga niat, adab, dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa di 10 hari terakhir Ramadhan tahun ini.
Memahami keutamaan atau fadhilah puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H bisa menjadi pendorong agar semangat ibadah tetap terjaga.
Seorang Muslim dididik untuk meraih derajat takwa, yang menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan.
Besarnya nilai puasa ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Jambi Rabu 11 Maret 2026
Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa yang dilandasi iman dan keikhlasan akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Fadhilah Puasa Hari ke-21 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Berdasarkan pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT meluaskan kuburannya seribu farsakh.
Tidak hanya itu, Allah akan menghilangkan kegelapan dan kesepian, menjadikan kuburan kalian seperti kuburan para syuhada'.
Allah memberi rumah dari cahaya di syurga.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-21 Ramadhan 1447 H diberi wajah seperti Yusuf bin Ya'qub (as).
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Dalam riwayat dikatakan:
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي
Artinya: Allah berfirman: Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. (HR. Bukhari)
Dalam riwayat Ahmad dikatakan:
قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya: “Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan. Kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad)
“Puasa mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain, yang mungkin sedang kesulitan atau membutuhkan bantuan,” ujarnya dikutip dari UMS, Rabu (11/3/2026).
"Ini adalah salah satu cara untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sosial, sekaligus melatih untuk lebih peduli terhadap sesama," tambahnya.
Bacaan Doa Hari ke-21 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَلَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيهِ عَلَيَّ سَبِيلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِي مَنزِلاً وَ مَقِيلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبينَ
Latin:
Allâhummaj 'al li fihi ilā mardhātika dalilan wa là taj'al lisysyaithâni fihi 'alayya sabîlan waj'alil jannata li manzilan wa maqilan yâ qâdhiya hawaijil thalibin
Artinya: "Ya Allah, tuntunlah aku di bulan yang mulia ini untuk mendapat keridhaan-Mu, Dan janganlah adakan celah bagi syetan untuk menggodaku. Jadikan surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku. Wahai yang memenuhi hajat orang-orang yang meminta."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tadarusan-Santri-di-Medan_20250303_205904.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.