Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Bacaan Doa & Pahala Keutamaannya
Fadhilah Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi Muhammad SAW.
Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi Muhammad SAW.
- Allah SWT menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan akhirat.
- Orang yang menunaikan puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H diberikannya ketenangan dan keamanan saat kiamat datang.
TRIBUNNEWS.COM - Tepat pada hari Kamis, 12 Maret 2026, umat Muslim di Indonesia telah menapaki hari ke-22 puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H menjadi penanda penting bahwa kita telah resmi berada di fase sepuluh hari terakhir, sebuah periode krusial yang menuntut kesungguhan lebih untuk meraih puncak kemuliaan di bulan suci ini.
Berada di penghujung bulan suci merupakan momentum emas bagi setiap Muslim untuk menilik kembali kualitas spiritualitasnya.
Sejauh mana konsistensi kita dalam menjaga kualitas puasa, kesempurnaan sholat, kekhusyukan tilawah Al-Qur’an, hingga kebermanfaatan amal sosial yang telah dilakukan.
Refleksi diri ini bukan untuk memupuk rasa kecewa, melainkan untuk mengoptimalkan sisa waktu yang ada agar hubungan spiritual dengan Allah SWT semakin kokoh dan bermakna.
Ramadhan adalah madrasah ruhani untuk meningkatkan ketakwaan.
Di bulan ini, Allah SWT menjanjikan terbukanya pintu rahmat serta ampunan yang seluas-luasnya bagi hamba yang berupaya sungguh-sungguh.
Setiap amal kebajikan, sekecil apa pun, dijanjikan pahala yang berlipat ganda sebagai bentuk kasih sayang Sang Pencipta.
Oleh karena itu, memasuki puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H ini, menjaga kemurnian niat, adab dalam beribadah, dan kesungguhan dalam beramal menjadi kunci utama agar kita tidak kehilangan momentum berharga di akhir Ramadhan tahun ini.
Memahami keutamaan atau fadhilah di fase akhir ini dapat menjadi motor penggerak agar semangat ibadah tidak mengendur di tengah kelelahan fisik.
Seluruh rangkaian latihan spiritual ini bertujuan akhir pada satu titik, yakni meraih derajat takwa.
Besarnya nilai pengampunan di bulan ini pun ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Ramadan 2026, Mal di Bogor Gelar Buka Puasa dan Belajar Bahasa Inggris dengan Anak Yatim Piatu
Hadis sahih tersebut menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa puasa yang dijalankan dengan fondasi iman yang teguh serta keikhlasan mengharap rida Allah akan menjadi penghapus bagi noda-noda dosa di masa lalu.
Mari gunakan hari-hari terakhir ini dengan penuh kesadaran dan energi positif, agar kita dapat mengakhiri perjalanan Ramadhan 1447 H ini sebagai pribadi yang lebih bersih, bertaqwa, dan dicintai oleh Allah SWT.
Fadhilah Puasa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Merujuk Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan akhirat.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-22 Ramadhan 1447 H diberikannya ketenangan dan keamanan saat kiamat datang.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Keutamaan bagi ahli puasa juga dia sampaikan.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya: setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kesturi. (HR Muslim)
Dalam riwayat lain dikatakan:
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي
Allah berfirman : Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. (HR. Bukhari)
“Hadis Nabi Muhammad SAW mengungkapkan bahwa setiap amal perbuatan anak Adam akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, kecuali puasa. Puasa adalah amal yang hanya untuk Allah, dan balasannya pun sangat istimewa,” ujarnya dikutip dari UMS, Rabu (11/3/2026).
“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi,” tambahnya.
Bacaan Doa Hari ke-22 Ramadhan 1447 H
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Latin:
Allâhummaftah lî abwâba fadhlika wa anzil 'alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da'watil mudhtharrîn
Artinya: "Ya Allah bukakanlah lebar -lebar pintu karunia-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku di tempat yang membuat-Mu ridho padaku. Tempatkan aku di dalam Surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab doa orang yang dalam kesempitan."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tadarus-alquran-ramadan-dirumah-ditengah-pandemi-covid-19_20200425_101312.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.