Ramadan 2026
Fadhilah Puasa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H/2026 M, Allah SWT Meningkatkan Pahala 40 Tahun
Fadhilah Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa.
Ringkasan Berita:
- Fadhilah Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya.
- Allah swt mensucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta.
- Orang yang menunaikan puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H Allah meningkatkan pahala baginya 40 tahun.
TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, Senin 16 Maret 2026, umat Islam di Indonesia telah memasuki hari ke-26 dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Fase ini menandai bahwa umat Muslim telah berada pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan, yang dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa dan penuh keutamaan.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momen yang sangat dimuliakan dalam Islam. Pada masa ini, setiap amal kebaikan yang dilakukan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Memasuki hari ke-26 Ramadhan, umat Muslim juga diajak untuk melakukan refleksi diri terhadap ibadah yang telah dijalankan sepanjang bulan suci ini.
Evaluasi tersebut bukan untuk menimbulkan rasa penyesalan semata, tetapi menjadi dorongan untuk memaksimalkan amalan di sisa hari Ramadhan.
Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kualitas puasa, menyempurnakan salat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
Pada bulan Ramadhan, Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Setiap amal kebajikan, sekecil apa pun, dijanjikan akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat sebagai wujud kasih sayang Allah kepada umat manusia.
Karena itu, pada puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H ini, umat Islam diingatkan untuk menjaga kemurnian niat, memperhatikan adab dalam beribadah, serta meningkatkan kesungguhan dalam beramal.
Sikap tersebut menjadi kunci agar umat Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga yang hanya datang sekali dalam setahun.
Memahami berbagai keutamaan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan juga dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tetap bersemangat dalam beribadah, meskipun kondisi fisik mulai terasa lelah setelah menjalani puasa selama hampir satu bulan penuh.
Keutamaan puasa Ramadhan juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis sahih tersebut mengingatkan bahwa puasa yang dijalankan dengan landasan iman yang kuat serta keikhlasan dalam mengharap ridha Allah SWT dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadhan dengan penuh kesadaran dan semangat ibadah.
memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta menjaga hati tetap bersih, diharapkan setiap Muslim dapat menutup Ramadhan 1447 Hijriah dengan menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Fadhilah Puasa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya
Menurut Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memandang orang yang berpuasa dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya.
Allah SWT mensucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-26 Ramadhan 1447 H Allah meningkatkan pahala baginya 40 tahun.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Puasa juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit fisik dan mental, serta menjadi peredam dari berbagai gangguan atau siksa dari Allah SWT.
Bahkan, bagi mereka yang dalam kondisi tertentu, seperti orang sakit atau musafir, puasa tetap memberikan manfaatnya dengan memberikan keringanan melalui fidyah atau penggantian puasa di waktu lain.
"Puasa mengajarkan kita untuk tetap produktif, bukan hanya dalam aspek bekerja tetapi juga dalam menjalankan amal ibadah. Ari menekankan bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang mengatur hidup, menjaga kesehatan, dan meningkatkan hubungan sosial dengan sesama," kata Ari dikutip dari laman resmi UMS, Senin (16/3/2026).
“Jangan biarkan puasa menghambat produktivitas kita, tetapi justru maksimalkan setiap detiknya untuk beribadah dan berkontribusi pada kebaikan,” tegasnya.
Bacaan Doa Hari ke-26 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِي فِيْهِ مَشْكُورًا وَ ذَنْبِي فِيْهِ مَغْفُورًا وَ عَمَلِي فِيْهِ مَقْبُولاً وَ عَيْنِي فِيْهِ مَسْتُورًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِينَ
Latin:
Allahummaj'al sa'yī fihi masykūran wa dzanbî fihi maghfûran wa 'amali fihi maqbûlan wa 'aybi fihi mastūran yâ asma'as sâmi'îna
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah setiap lampah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadhan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadhan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadhan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadhan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadhan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".
Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/membaca-alquran-saat-ramadhan-di-masjid-raya-al-jabbar_20230325_211543.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.