Senin, 13 April 2026

Idul Fitri 2026

Meneladani Cara Rasulullah SAW Merayakan Idul Fitri yang Penuh Berkah

Meneladani cara Nabi Muhammad SAW merayakan Idul Fitri membantu meraih keberkahan dan menjadikan perayaan lebih bermakna secara spiritual.

Penulis: Lanny Latifah
Ringkasan Berita:
  • Meneladani cara Nabi Muhammad SAW merayakan Idul Fitri membantu meraih keberkahan dan menjadikan perayaan lebih bermakna secara spiritual.
  • Memperbanyak takbir, menghidupkan malam Idul Fitri dengan salat malam, mandi sunnah, dan memakai pakaian terbaik sebagai bentuk syukur dan persiapan menyambut hari raya.
  • Memperbanyak zikir, makan sebelum salat Id, dan mengikuti sunnah beliau membuat Idul Fitri bukan hanya tradisi lahiriah, tetapi juga sarana memperkuat iman dan hati yang bercahaya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Namun, tak jarang perayaan hari raya ini lebih banyak diwarnai oleh tradisi sosial dibandingkan dengan tuntunan syariat.

Untuk itu, penting bagi kita meneladani bagaimana Nabi Muhammad SAW merayakan Idul Fitri agar setiap perayaan menjadi penuh berkah.

Dengan meneladani sunnah-sunnah Rasulullah SAW, perayaan Idul Fitri tak hanya menjadi tradisi lahiriah, tetapi juga sarana spiritual untuk memperkuat iman, menghidupkan hati, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.

H. M. Sukron Farda, S.Ag., M.Ag dalam tayangan Tanya Ustaz Tribunnews, menjelaskan tentang bagaimana cara Nabi Muhammad SAW merayakan Idul Fitri.

"Apabila kita sudah tahu bagaimana cara Rasulullah merayakan Idul Fitri, setidaknya kita bisa menirunya, sehingga kita bisa mendapatkan keberkahan dari hari raya Idul Fitri," ujar beliau dalam tayangan YouTube Tribunnews program Tanya Ustaz.

Cara Rasulullah SAW Merayakan Idul Fitri

1. Memperbanyak Takbir Sejak Malam Idul Fitri

Salah satu amalan utama yang dilakukan Rasulullah SAW adalah memperbanyak takbir.

Takbir ini dimulai sejak setelah Magrib pada malam terakhir Ramadan hingga pagi bahkan menjelang siang hari Idul Fitri.

Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, sekaligus ungkapan rasa syukur atas kesempatan menyelesaikan ibadah puasa.

Baca juga: Kemenag Rilis Panduan Ibadah saat Idulfitri 1447 H, Tekankan Toleransi dan Layanan Pemudik

"Di hari pertama Idul Fitri itu Rasulullah selalu membaca takbir berulang-ulang," ungkapnya.

2. Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah

Bagi yang jarang melaksanakan salat malam, malam Idul Fitri adalah kesempatan yang sangat dianjurkan untuk beribadah, meskipun hanya dua rakaat.

"Kalau Anda termasuk bagian dari orang-orang yang malas salat malam, setidaknya ketika malam hari raya Idul Fitri sempatkan untuk bisa salat malam dua rakaat karena manfaatnya yang luar biasa," ujar Sukron Farda.

Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Siapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha dengan ibadah, maka hatinya akan terjaga dari kematian (kerasnya hati)."

Ibadah ini memiliki dampak besar dalam menjaga keimanan sepanjang tahun, menjadikan hati lebih hidup dan bercahaya.

3. Mandi Sunnah Idul Fitri

Sebelum melaksanakan salat Id, Rasulullah SAW melakukan mandi sunnah Idul Fitri.

Tata caranya sama seperti mandi biasa, namun disertai dengan niat untuk menyucikan diri dalam rangka menyambut hari raya.

Hal ini mencerminkan pentingnya kebersihan lahir sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.

Sukron Farda menjelaskan bahwa menurut ulama, waktu mandi Idul Fitri dimulai sejak tengah malam hingga sebelum terbit fajar.

"Imam Bajuri dalam hasyiahnya menerangkan bahwa awal dimulainya mandi Idul Fitri adalah sejak tengah malam, dan yang paling utama dilakukan sebelum fajar," jelasnya.

Niat Mandi Idul Fitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li ‘idil fitri lillahi ta’ala

Artinya: "Saya niat mandi Idul Fitri karena Allah Ta’ala."

Baca juga: Bagaimana Tata Cara Bersuci dan Salat Idul Fitri? Ini Penjelasan Ustaz

4. Memakai Pakaian Terbaik

Rasulullah SAW mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki saat Idul Fitri.

Dalam riwayat disebutkan bahwa beliau memiliki jubah khusus yang digunakan pada hari raya dan hari Jumat.

Sahabat seperti Ibnu Umar juga meneladani hal ini dengan memakai pakaian terbaiknya.

Perlu dipahami bahwa “terbaik” tidak berarti harus baru, melainkan yang paling baik dan pantas dari yang kita miliki.

5. Memperbanyak Zikir dan Takbir

Selain takbir, Rasulullah SAW juga memperbanyak zikir di hari Idul Fitri.

Ini menjadi pengingat agar kebahagiaan tidak melalaikan kita dari mengingat Allah.

Momentum hari raya justru menjadi waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

6. Makan Sebelum Salat Id

Sebelum berangkat menuju tempat salat Id, Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan terlebih dahulu.

Ini menjadi simbol bahwa hari tersebut adalah hari kemenangan dan bukan lagi hari berpuasa.

Biasanya, beliau mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebagai bentuk sunnah.

Meneladani cara Nabi Muhammad SAW dalam merayakan Idul Fitri bukan hanya sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga upaya untuk meraih keberkahan dan kesempurnaan ibadah.

Di tengah berbagai tradisi modern, kita tetap bisa menghidupkan sunnah-sunnah beliau, mulai dari memperbanyak takbir, menjaga ibadah malam, hingga menjaga kesederhanaan dalam berpakaian.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved