Selasa, 7 April 2026

37 Dosen Perebutkan Jabatan Rektor Unmul

Hingga hari terakhir sebanyak 37 dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, telah me

Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co.id, May
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA
- Hingga hari terakhir sebanyak 37 dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, telah mengembalikan formulir kesediaan bakal calon rektor periode 2010- 2014, Kamis (15/4/2010). Menurut DB Paranoan, Ketua Penjaringan Pemilihan Rektor, pihaknya akan membuka kotak penerimaan formulir kesediaan di hadapan Senat Unmul, Sabtu (17/4/2010) mendatang.

"Hingga penutupan pukul 13.00 wita, terdata sebanyak 37 dosen yang mengembalikan formulir. Namun, kami belum mengetahui pasti apakah semuanya menyatakan kesediaan atau tidak. Nanti akan diketahui setelah kotak dibuka," papar Paranoan, Kamis (15/4/2010).

Paranoan menuturkan, jumlah dosen yang mengembalikan formulir cukup banyak. Kalaupun semua dosen yang telah mengembalikan formulir, menyatakan kesediaanya ikut serta dalam pemilihan rektor, maka semuanya akan mendapat perlakuan sama dan akan dipilih oleh senat Unmul.

"Sesuai dengan tata tertib, maka diserahkan kepada senat untuk memilih. Kalaupun semuanya bersedia, maka senat yang akan memilih dan akan dirangking 1, 2 dan 3 berdasarkan suara terbanyak. Selanjutnya, ketiga nama itu yang akan direkomendasikan Senat Unmul kepada Mendiknas," kata Paranoan.

Lebih lanjut, Paranoan menuturkan, proses pemilihan rektor terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam rapat senat beberapa waktu lalu. Diterimanya surat Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 411/D/C/2010 tertanggal 8 April 2010, terkait belum adanya tiga nama calon rektor yang dikirim ke Depdiknas, kata Paranoan juga telah terselesaikan dengan pertemuan dengan Dirjen Dikti, Selasa (13/4) lalu.

"Dalam pertemuan itu, Dirjen meminta agar proses bisa berjalan dengan baik dan tak ada intervensi. Kalau proses pemilihan sudah selesai, kami juga akan segera melaporkannya kepada Mendiknas," kata Paranoan. Meski begitu, Paranoan enggan berkomentar panjang mengenai ungkapan salah satu guru besar Unmul agar Gubernur mengambil alih jabatan rektor Unmul.

"Yang pasti, Unmul adalah instansi vertikal di daerah. Jadi kalau diambil alih oleh Gubernur itu jelas pendapat yang keliru. Kalau koordinasi di daerah mungkin saja dilakukan. Kami sebagai panitia bekerja hingga pemilihan rektor selesai dan sampai saat ini tak ada perubahan jadwal," paparnya.

Sekadar diketahui, penyampian visi-misi sekaligus pemilihan rektor akan digelar 26 April mendatang. Penyampaian visi dan misi akan dilaksanakan di hadapan senat terbuka dan bisa disaksikan mahasiswa maupun dosen. Setelah penyampaian visi dan misi, rapat senat tertutup digelar untuk pemilihan rektor. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved