Sabtu, 13 Juni 2026

Rusuh Kuantan Singingi

Inilah Kronologi Kerusuhan Kuantan Singingi

Kronologi kejadian ini berawal dari kerjasama antara petani dan PT TBS. Petani menyerahkan tanahnya seluas 4 ha lebih kepada PT TBS dengan iming-iming PT TBS akan membangun kebun KKPA bagi masyarakat di sebelah desa tersebut.

Tayang:
Editor: Tjatur Wisanggeni
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU --
Bentrok antara aparat Polres Kuantan Singingi (Kuansing) dan warga Desa Koto Cengar, Kuantan Mudik, Kuansing, Selasa (8/6/2010) sekitar pukul 13.00 WIB yang menewaskan Yuniar (45) dan Disman (45). Wanita setengah baya ini tewas setelah tertembus peluru di dadanya dan Disman terkena di perutnya. Disman sempat kritis dan dirawat di rumah sakit terdekat.

Kronologi kejadian ini berawal dari  kerjasama  antara petani dan PT Tri Bakti Sarimas (TBS). Petani menyerahkan tanahnya seluas 4 ha lebih kepada PT TBS dengan iming-iming  PT TBS akan membangun kebun KKPA bagi masyarakat di sebelah desa tersebut.

Tahun 1999, PT TBS membangun kebun KKPA seluas sekitar 9.000 ha dan baru 4.500 ha kebun KKPA yang sudah TM (tanaman menghasilkan) .

Namun, mekanisme pembagian hasil kebun yang dimulai sejak 2006 lalu dianggap tidak transparan kepada masyarakat. Petani hanya diberi Rp 70 ribu per bulan untuk hasil panen satu kapling.   

"Padahal, bagi hasil normalnya petani bisa meneriman mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per kavling dalam sebulan," warga kepada Tribun Pekanbaru, Selasa (8/6/2010)
.
Atas dasar itulah akhirnya warga terus menuntut dan melakukan unjuk rasa beberapa kali agar hak mereka diberikan sesuai kesepakatan. Tapi aksi warga itu tetap tidak diindahkan pihak perusahaan.

Puncaknya, warga nekat agar  perusahaan mau memenuhi tuntutan warga, sejak 12 hari lalu warga memblokir jalan masuk dari kebun menuju PT TBS. Walaupun sudah diblokir tidak juga ada tanggapan.

Akhirnya, Selasa (8/6/2010) pagi ratusan warga memanen paksa kelapa sawit seluas 100 hektar itu.

Saat panen paksa itulah, tiba-tiba datang sekitar 200 personil Polres Kuansing dan Brimobda Riau ke lokasi dan berusaha mengusir paksa warga. Tak terima dengan tindakan petugas warga menjadi emosi dan melakukan perlawanan.

Bentrok fisik antara warga dan petugas  tidak terelakkan lagi, warga melawan petugas dengan parang dan melempari petugas dengan batu. Akhirnya petugas melepaskan tembakan beberapa kali.

Akibatnya tembakan yang diarahkan ke warga itu mengenai dua warga yakni Yuniar dan Disman. Yuniar saat itu tewas ditempat, karena dadanya terkena timah panas. Sementara itu si Disman menyusul kemudian setelah mengalami luka tembak di perutnya dan sempat dirawat di rumah sakit.

Kemarahan warga semakin memuncak saat mengetahui ada dua warga tertembak, dan warga membakar mobil patroli Polres Kuansing. Namun aksi warga itu dibalas dengan brutal oleh polisi sambil mengacungkan senjata mengejar warga. Hingga akhirnya beberapa warga berhasil ditangkap satu diantaranya Supri Suryadi.  Hingga saat ini petugas berusaha mengamankan lokasi kejadian. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved