Selasa, 16 Juni 2026

Tarian Pampaga Membuat Penonton Tegang

Menari Pampaga memang tidak mudah

Tayang:
Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co.id, Top
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA
- Menari Pampaga memang tidak mudah. Tarian dayak ini dimainkan dengan menggunakan peralatan bambu. Namun jika salah melangkah, maka kaki si penari bisa terjepit. Dalam perayaan Pelas Tahun Desa Pampang, Kamis (24/6/2010), Tari Pampaga ini ditampilkan dan cukup membuat para undangan tegang.

Tarian ini diperagakan 8 orang gadis muda. Empat orang penari memainkan bilah-bilah bambu hingga menimbulkan suara yang berirama. Sedangkan separuhnya lagi menari di atas bambu- bambu tadi.

Makin lama suara bambu itu terdengar makin cepat, hingga langkah-langkah penari tadi juga mesti lebih cepat untuk menghindari jepitan empat bilah bambu. Para undangan makin tegang dan terperangah. Mereka berharap kaki-kaki para penari tidak terjepit.

Tari Pampaga melambangkan suatu perangkap yang sengaja dibikin untuk menjepit leher  burung pipit yang kerap memakan bulir-bulir padi di ladang. Setelah penampilan para penari muda tadi, pembawa acara meminta kesediaan beberapa tamu atau pejabat mencoba tarian atau tepatnya permainan bambu tersebut.

Namun, hingga selama beberapa menit tidak ada tamu yang menerima "tantangan". Tak lama, panitia berhasil membujuk Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Firminus Kunum dan Wakil Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Mendapat giliran pertama, Jaang sangat berhati-hati melompati bilah-bilah bambu.

Meskipun sedikit kerepotan, Jaang pun bisa terhindar dari jepitan bambu. Tak mau kalah, Firminus pun melompati bambu dengan cekatan. Dia juga berhasil melompat-lompat di atas bilah-bilah bambu.  

Dalam perayaan Pelas tahun kemarin, 8 jenis tarian khas Dayak disajikan untuk menghibur para tamu, seperti tari lemimpa, tani, hudoq aban, pampaga, anyam tali, enggang, sumpit dan selamat berpisah. Sebagai pembuka, beberapa pemangku adat menari menyuguhkan prosesi adat mengguyur air lemimpa, yakni air campuran rumput akat dan buah nyampai yang disiramkan kepada tanaman padi. Dengan harapan, padi yang dihasilkan kelak bisa melimpah ruah.

Tari-tarian yang disuguhkan ini menceritakan kegiatan masyarakat Dayak di ladang, mulai bertanam padi hingga cara mengusir hama wereng. Perayaan Pelas ini juga dimeriahkan penjualan suvenir khas Dayak. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved