Selasa, 9 Juni 2026

Wartawan Kompas Meninggal

20 Santri Ikut Salatkan Jenazah Syaiful

Jenazah M Syaifullah, wartawan Kompas pagi ini sudah disalatkan di Mushola Darul Falah. Terlihat 20 santri ikut.

Tayang:
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syaiful Akhyar

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN - Jenazah M Syaifullah, wartawan Kompas pagi ini sudah disalatkan di Mushola Darul Falah. Terlihat sebanyak 20 santri dari Pesantren Darul Ulum Amawang ikut dengan khusyu dalam shalat jenazah Syaiful.

Pantauan wartawan Banjarmasin Post, para santri ini sudah datang sejak pagi. Mereka tampak ikut mendoakan jenazah Kepala Biro Kompas wilayah Kalimantan ini. 

Jenazah disalatkan setelah sebelumnya di bawa di rumah duka yang letaknya tak jauh dari Musala. Rumah di pinggir jalan protokol di Kota Kandangan Kabupaten Hulu sungai selatan (HSS) milik orangtuanya ini dimana Syaiful menghabiskan masa kecilnya disinggahi ayah dua anak ini sebelum jasadnya disalatkan.

Gazali Rahman adik bungsu Syaiful menjadi imam dalam salat jenazah ini. Selanjutnya, almarhum dibawa ke Desa Gambah, ke lokasi pemakaman yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumah duka.

Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan. Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved