Organda Sambas Sesalkan Pembelian Solar dengan Jeriken
Organda Kabupten Sambas, menyayangkan tindakan yang dilakukan sejumlah pengelola SPBU yang masih melayani pembelian solar dengan jeriken dan drum.
TRIBUNNEWS.COM, SAMBAS - Organda Kabupten Sambas, Kalimantan Barat, menyayangkan tindakan yang dilakukan sejumlah pengelola SPBU yang masih melayani pembelian bahan bakar minyak menggunakan jeriken dan drum. Akibatnya banyak kendaraan berbahan bakar solar tak terlayani dengan baik.
Menjelang Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, bahan bakar minyak jenis solar langka di Kabupaten Sambas.
Kelangkaan ini membuat kendaraan umum harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar. Namun setelah ditelusuri, ternyata Organda Sambas mendapati masih ada SPBU yang melayani pembelian solar menggunakan jeriken dan drum.
Ketua Organda Sambas, Tajuin Mahiji, meminta pemerintah daerah, dalam hal ini Pertamina menjaga pasokan solar bagi kandaraan umum yang melayani angkutan lebaran.
"BBM bukannya langka, tapi larinya saja kita tidak tahu," ujar Tajuin, Selasa (31/8/2010).
Ia mengungkapkan, akibat ulah pemilik SPBU yang melayani pembelian dengan jeriken dan drum, makanya baru jam 08.00 pagi solar di SPBU sudah habis.
Keluhan tersebut disampaikan Tajuin dihadapan Asisten II Pemkab Sambas, Samingan, dan Wakapolres Kompol M Sitepu.
Asisten II Samingan, menyatakan bahwa Pemkab Sambas, melalui Disperindagkop sudah berkoordinasi dengan pertaminan, dan pihaknya pun juga mengimbau pemilik SPBU menghentikan sementara penjualan dengan jeriken dan drum. (*)