Konflik Pecah di Tarakan
Warga Berkeluh Kesah di Hadapan Kapolri
Kapolri Bambang Hendarso Danuri meminta masyarakat Tarakan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, baik melalui SMS...
TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Kapolri Bambang Hendarso Danuri meminta masyarakat Tarakan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, baik melalui SMS maupun ucapan langsung. Tarakan pascabentrok telah kembali pulih dan aktivitas masyarakat pun sudah normal.
Hal itu diungkapkan Kapolri ketiak menyampaikan sepatah dua kata di depan jamaah shalat Jumat di Masjid Agung Al Maarif, Jl Yos Soedarso, Tarakan, Jumat (1/10/2010).
"Situasi Tarakan telah kondusif. Kami berharap semua masyarakat Tarakan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan. Berikan kepercayaan kepada aparat untuk menjaga situasi keamanan di lapangan," ujarnya.
Saat berkunjung ke salah satu lokasi konflik, sejumlah masyarakat berkeluh kesah ke Kapolri. Mereka mengaku, saat konflik pertama kali pecah di daerahnya, tak ada aparat yang berada di lokasi kejadian.
"Tak ada petugas dan keamanan di lokasi saat ini. Kami sempat panik, dan baju saya ini hanya tinggal satu di badan. keluh seorang warga di hadapan Kapolri. Kapolri hanya diam, namun berusaha mendekap warga tersebut sembari memintanya untuk bersabar.
Tampak hadir Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang dan sejumlah unsur muspida. Tak lama kemudian, Kapolri menuju Polresta Tarakan dan di sana memberi arahan kepada seluruh jajarannya.