Jumat, 10 April 2026

ABG Digilir Kawanan Lelaki Bejat di Gubuk Sawah

Pelajaran pahit bagi gadis ingusan yang cepat tergoda rayuan gombal pemuda bejat. Sebut saja Mawar (16) seorang gadis ABG

Editor: Tjatur Wisanggeni
BANDA ACEH, TRIBUNNEWS.COM -- Pelajaran pahit bagi gadis ingusan yang cepat tergoda rayuan gombal pemuda bejat. Sebut saja Mawar (16) seorang gadis ABG dari Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Hanya kenal sekilas lalu akrab melampaui batas, Mawar akhirnya menjadi piala bergilir komplotan lelaki bejat.

Petaka ini berawal saat gadis ingusan itu ditelepon oleh pemuda Mus yang selama ini sering sms-an kala malam. Walau tanpa ikatan apapun, Mawar sukses  ‘diangkat’ oleh Mus dengan sepeda motornya. Keduanya lalu menghabiskan hari dengan berboncengan naik sepeda motor.

Pada kesempatan jelang malam atau tepatnya di areal persawahan kawasan jalan Blang bintang menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), sepeda motor berhenti dan keduanya melaju ke arah jambo blang (gubuk-red). Sudah dapat ditebak, Mus ‘memacu’ Mawar hingga keduanya terbang ke awan.

Ternyata Mus memang sudah punya niat busuk, setelah sukses mengerjai Mawar, walau gadis itu sempat melawan, ia berdalih isi minyak sepeda motor. Padahal ia memberi tahukan pada temannya yang kini belum diketahui identitasnya, tentang keberadaan Mawar sebagai mangsa empuk.

Sang sobat segera berlari menuju areal gubuk dan mendapatkan Mawar sedang berdiri di sisi jalan. Singkat cerita, Mawar kembali digelandang ke jambo blang dan lalu kembali ‘diolah’.

Tragedi seks itu belum berakhir. Mus kembali menghubungi seorang temannya yang dikenal dengan Adi, dengan dalih disuruh menjemput Mawar di areal persawahan, karena Mus berdalih takut razia polisi. Adi memang tidak sempat mengolah Mawar hingga tuntas, dan ia akhirnya mengantar gadis ABG itu ke Lambaro.

Bak tongkat estafet, Adi lalu menelpon Dedi (22), warga Kecamatan Blangbintang. Dan Mawar pun kembali menjadi piala bergilir, dengan dinaikkan ke atas labi labi Dedi. Bukan dipulangkan ke Peukan Bada, Mawar lalu diajak wet wet (mutar mutar -red) kembali ke arah Blang Bintang.

Dedi lalu memungkasi petualangan kelam Mawar dengan menjadi ‘algojo’ terakhir. Setelah itu ia membawa Mawar duduk bersama temannya sambil minum tuak bareng di kawasan seputaran Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) saat jarum jam jelang tengah malam atau pukul 23.30 WIB.

Aparat Polsek Inginjaya yang berpatroli menggaruk ketiganya, karena dinilai beprilaku mencurigakan. Bahkan saat itu didapati sedang minum tuak. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih jauh, barulah terbongkar kasus yang menimpa Mawar. Gadis kecil itu ternyata telah dijadikan ‘piala bergilir’ beberapa lelaki bejat.

Aparat Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh, Kamis (14/10) siang, mengamankan Dedi serta kini telah dijebloskan ke dalam sel, dengan bidikan pencabulan. Sementara tiga pelaku lain bernama Mus, Adi serta seorang pelaku lain yang tidak diketahui namanya, kini terus diburu oleh hamba hukum.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Drs Armensyah Thay melalui Kasat Reskrim AKP Defrianto SIK menyebutkan pelaku bernama Dedi, semula ditangkap oleh Aparat Polsek Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Selasa (12/10) malam. “Dedi kini diamankan di Polresta Banda Aceh. Sementara tiga pelaku lainnya itu masih dalam pengejaran,” sebut Defrianto menjawab Prohaba, siang kemarin.(mir)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved