Kabut Asap di Dumai
Warga Enggan Keluar Rumah
Kabut asap yang melanda Dumai sejak beberapa hari belakangan, hingga Kamis (21/10/2010), sudah menganggu aktivitas warga
TRIBUNNEWS.COM, DUMAI - Kabut asap yang melanda Dumai sejak beberapa hari belakangan, hingga Kamis (21/10/2010), sudah menganggu aktivitas warga. Asap yang menyelimuti terlihat tebal terutama pada malam hari dan pagi hari. Setelah agak siang, kabut asap tersebut masih terlihat memekat walaupun tak setebal pagi dan malam hari.
Saat siang hari kabut asap tersebut tak bisa dihindari. Meskipun kabut asap membuat mata pedih dan nafas terasa sesak, terpaksa harus diterobos. Kondisi ini tentunya sangat mengancam kesehatan seperti serangan ISPA, asma, iritasi mata dan iritasi kulit.
Malam hari kondisinya lebih tebal dari siang. Karena tidak terlalu banyak aktivitas tampaknya warga lebih banyak berada di rumah dari pada harus keluar. Meskipun demikian tetap masih dijumpai masyarakat yang berada di luar rumah.
Kadri, penjual makanan dan minuman di Jalan Sultan Syarif Kasim mengatakan, sejak kemunculan asap banyak warga yang enggan keluar. Mereka lebih memilih berada dalam rumah agar terhindar dari asap yang dapat menyebabkan penyakit.
"Biasanya yang makan disini banyak. Tapi sejak dua malam ini jumlahnya berkurang. Dipastikan mereka malas keluar karena banyak asap," katanya.
Sebelumnya, pesawat udara jenis Foker 100 milik Pelita Air carteran PT CPI terpaksa harus mengalihkan landasan untuk mendarat ke Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Kamis (21/10/2010). Pasalnya pagi itu, untuk keduakalinya, Bandara Pinang Kampai tujuan Pelita Air itu ditutup.
Alasan penutupan tersebut adalah karena kabut asap akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak beberapa hari belakangan di Dumai. Bandara tersebut ditutup sejak pagi hingga pukul 09.00 WIB.
Kepala Operasional Bandara Pinang Kampai, Achuin mengatakan ketebalan asap tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas pendaratan ataupun penerbangan. Sebab sangat mempengaruhi dengan jarak pandang. Setelah menipis sekitar pukul 10.00 WIB bandara kembali dibuka.
"Jarak pandang terjauh hanya 500 meter sampai pukul 09.00 WIB. Ini tak mungkin untuk penerbangan. Resikonya sangat berbahaya. Makanya selagi jarak pandang dibawah batas toleransi yakni 2.000 meter, aktivitas bandara terutama untuk penerbangan kita tutup," katanya.
Pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIB, Pelita Air membawa puluhan penumpang membelah angkasa dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tujuannya adalah Bandara Pinang Kampai Dumai yang seharusnya tiba pukul 08.32 WIB. (*)