Merapi Meletus

Pesan Mbah Maridjan untuk Hasyim Muzadi

MBAH Maridjan terahir saya jumpai di rumahnya pada tahun 2006 lalu,

Penulis: Ade Mayasanto
Editor: Prawira
zoom-inlihat foto Pesan Mbah Maridjan untuk Hasyim Muzadi
Tribunnews.com/Ismanto
Hasyim Muzadi
Hasyim Muzadi, Sekjen ICIS dan pengasuh Pesantren Al Hikam Malang dan Depok.

MBAH Maridjan terahir saya jumpai di rumahnya pada tahun 2006 lalu, ketika merapi disangka meletus tapi ternyata gempa justru menghancurkan sekitar merapi.

Beliau sangat sederhana. Karena beliau Ketua Ranting NU desa setempat, saya memberi beliau jaket bertuliskan NU, serta seperangkat alat salat. Beliau sangat gembira saat itu. Rumah baru diperbaiki setelah beliau jadi iklan jamu kuku bima dan itu pun digunakan membangun masjid .

Hari selasa, 26 Oktober, pukul 13.30 WIB, saya menelepon teman saya Fahmi (pengurus NU Yogyakarta) agar menyampaikan keinginan saya ketemu beliau. Saya sendiri tidak tahu kenapa ingin segera ketemu beliau. Via Fahmi, beliau menjawab sebaiknya saya ke Cangkringan (rumah beliau)

Namun hingga Rabu tanggal 27 Oktober, saya belum juga ke sana. Yang ada justru berita bahwa beliau meninggal dalam keadaan sujud.

Saya menjadi ingat pesan beliau tahun 2006 lalu dalam bahasa Jawa. Inilah pesan beliau: "Panjenengan sak konco poro piageng, kedah "temen lan sak temene" mugi ndonyane tenterem." Artinya, Pak Hasyim dan para pembesar harus benar dan bertindak sebenarnya agar alam tenteram.

Hari ini Mbah Maridjan menyerahkan diri kepada Allah dalam keadaan sujud, seakan memberitahu kita bahwa hanya sujud kepada Allah yang bisa dan harus kita siapkan menghadapi segalanya, karena tak mungkin melalui rekayasa kita .

Saya pengasuh Pesantren Al-Hikam sekaligus Sekjen ICIS menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan salat ghaib buat korban Merapi dan tsunami Mentawai, semoga semuanya khusnul khotimah, tentu termasuk Mbah Maridjan. Amin. (Tribunnews.com/Ade Mayasanto)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved