Pengungsi Merapi Dituduh Jarah Minuman Ringan
ANTV: Itu Sudah Kita Konfirmasi
Pemimpin Redaksi stasiun televisi ANTV Uni Lubis menampik wartawannya "menyutradarai" reportase soal penjarahan di Sleman.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Redaksi stasiun televisi ANTV Uni Lubis menampik wartawannya "menyutradarai" reportase soal warga yang melakukan penjarahan di toko milik Maridi, warga Singlar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Menurut Uni, yang dilakukan wartawannya dalam peliputan tersebut sudah sesuai prosedur yang berlaku. "Redaksi percaya tak ada setting di situ," ujar Uni saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (5/12/2010).
Dikatakannya, semua rekaman gambar kontributor ANTV untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta, Effendi Rois, sudah dilihatnya. Uni mengakui, karena keterbatasan waktu, tidak semua rekaman tersebut bisa ditayangkan.
Awal dikonfirmasi, Uni merasa keberatan kenapa Tribunnews.com, yang menurunkan berita "Polisi Tangkapi Pengungsi Merapi Usai Nonton Topik Pagi ANTV" tidak lebih dulu mengonfirmasi kepada ANTV. Katanya, konfirmasi ANTV sudah pernah disampaikan di media online lain.
Dalam berita Tribunnews.com, salah satu narasumber Ny Wartinah yang ditemui di lokasi pengungsian Dusun Surodinangan, Desa Jambitan, Kecamatan Banguntapan, Bantul mengeluh. Lantaran suaminya, Nyoto, dituduh akibat melakukan penjarahan.
Narasumber lainnya adalah Hengky Gunanto (17), seorang tersangka tapi tak ditahan. Ia bercerita saat itu, warga bersama sejumlah anggota TNI, Brimob, dan Tagana, membakar bangkai ternak yang sudah membusuk. Karena kehausan dan tidak ada minuman, warga membuka toko milik Pak Maridi.
Kebetulan saat itu ada wartawan sebuah televisi yang berkantor di Jakarta mengambil gambar ketika Nyoto Cs sedang mengambil makanan dan minuman di toko Maridi. "Wartawan itu menyuruh kami mengulang kejadian untuk diambil gambarnya. Karena tidak tahu maksudnya, kami menurut saja," kata Hengky.(*)