Minggu, 14 Juni 2026

Pengungsi Merapi Dituduh Jarah Minuman Ringan

Pemilik Warung Malah Menangis Tahu Tetangganya Ditahan Polisi

Marsudi, pemilik warung yang dagangannya diambil warga untuk dikonsumsi usai kerja bakti, malah menangis saat dipertemukan dengan warga

Tayang:
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Wicaksono/Bramasto

TRIBUNNNEWS.COM, YOGYAKARTA
- Maridi, pemilik warung yang dagangannya diambil warga untuk dikonsumsi usai kerja bakti, malah menangis saat dipertemukan dengan tujuh orang tetangganya yang ditahan polisi atas tuduhan pencurian.

"Saya bingung dan tak tega melihat para tetangga saya itu harus meringkuk di tahanan akibat tuduhan menjarah barang di toko milik saya," kata Maridi.

Korban Merapi yang kini mengungsi di Kecamatan Piyungan, Bantul itu merasa tidak pernah melapor kehilangan barang-barang di tokonya. Lebih jauh, ia mengaku ikhlas atas apa yang telah dimakan dan diminum oleh warga dari warungnya usai kerja bakti tersebut.

"Saya justru tidak tahu ada yang mengambil barang di toko milik saya. Setelah diberitahu polisi, saya ikhlas mereka minum dan makan barang dagangan saya," kata Maridi yang akrab dipanggil Rumi, Sabtu, ketika ditemui di Bantul, Sabtu (4/12/2010).

Ia mengetahui adanya pengambilan barang di tokonya setelah diberitahu Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Cangkringan, Parjono.

"Saya menolak ketika diminta membuat laporan polisi mengenai kehilangan barang di toko saya. Namun saya bersedia memberi keterangan kepada petugas di Polda DIY," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved