SBY vs Sultan
Adigiono: Yang Penting Rakyat Jogja Makmur
Tak semua warga Yogyakarta peduli dengan Sidang Paripurna DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang RUU Keistimewaan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -- Tak semua warga Yogyakarta peduli dengan Sidang Paripurna DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang RUU Keistimewaan Yogyakarta, Senin (13/12/2010). Mereka memadati ratusan kios penjual ponsel dan komputer di pusat elektronik, Jogjatronik, Jalan Mayjen Katamso.
Adigiono, seorang pembeli yang ditemui Tribun Jogja, mengatakan dirinya tidak terlalu peduli dengan 'sidang rakyat' tersebut. Bagi warga Suryoputran, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, itu yang terpenting adalah bagaimana rakyat DIY makmur.
"Lagipula tadi saya mau lewat Malioboro macet, Jadi saya gak ikut sidang rakyat," ucapnya, di Jogjatronik yang ramai pembeli.
Beberapa pedagang di Jogjatronik juga bersikap sama dengan Adigiono. "Saya harus tetap kerja, jadi ngga bisa ikut sidang rakyat di DPRD. Kalau gak kerja, saya pasti datang," ujar Jefri Maryanto, seorang pengelola kios ponsel.
Senada dengan Jefri, seorang penjaga lain juga mengaku harus tetap bekerja, sehingga tidak bisa meramaikan 'sidang rakyat'. Dia juga mengaku mendukung Sultan.
"Saya geregetan juga dengan pemerintah pusat. Bagaimanapun, Jogja itu istimewa. Sejarah yang mencatatnya. Gubernur dan wakilnya adalah Sultan dan Pakualam," katanya. (*)