Jumat, 8 Mei 2026

Kontroversi Gelar Raja Batak

AMAS Kecam Kedatangan SBY untuk Ambil Gelar Rajak

Kedatangan SBY ke Sumut, kata Edo, merupakan suatu bentuk penghinaan karena untuk mengambil gelar raja

Tayang:
Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribun Medan, Bey
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN
- Aliansi Mahasiswa Anti SBY (AMAS) menilai kepemimpinan SBY-Budiono gagal dalam memimpin indonesia dan mensejahterakan rakyat, yang ada hanya melakukan penindasan dan pembohongan rakyat, Selasa (18/1/2011).

Kordinator Aksi, Edo mengatakan dalam orasinya bahwa SBY tidak pernah memihak kepada rakyat yang ada hanya memihak kepada kapitalis. Keberpihakan kepada kapitalis sebagai bentuk perlawanan terhadap rakyat.

Ia menjelaskan, jika dilakukan evaluasi secara mendalam banyak kemunafikan dan kegagalan presiden baik dari segi ekonomi maupun penegakan hukum. Dari kegagalan ini sebaiknya SBY melakukan intropeksi dengan turun dari jabatannya. SBY tidak pernah memikirkan rakyat yang ada hanya melakukan politik pencitraan.

Kedatangan SBY ke Sumut, kata Edo, merupakan suatu bentuk penghinaan karena tujuannya bukan untuk melihat kondisi rakyat tetapi untuk mengambil gelar raja, maka kami menolak kedatangan SBY.

"Bentuk kegagalan SBY adalah tidak mampu mensejahterakan rakyat, melakukan komersialisasi dan privatisasi pendidikan. Selain itu, SBY harus mencabut protap Polri nomor 1/8/2010 tentang penanggulangan tindak anarkis," ungkap Korlap.

Sambungnya, Amas yang terdiri dari Pema Fisip USU, SMI Cabang Medan, HMI Komisariat Hukum, HMI Fisip USU, Barmas menolak dengan tegas kepemimpinan SBY yang dianggap gagal dan mendapat nilai merah. Sebaiknya mereka harus segera mundur dari kepemimpinan.

Dalam melakukan demontrasinya dengan menggunakan baleho dan spanduk, massa yang berjumlah sekitar 80 orang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved