Jumat, 10 April 2026

Penarikan Film Asing

Film Hollywood Masih Dominasi Bioskop Manado

Bioskop 21 di Manado masih menayangkan film-film asing kendati pihak Motion Picture Associated resmi menarik semua film hollywood di Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Bioskop 21 di Manado masih menayangkan film-film asing kendati pihak Motion Picture Associated (MPA) mewakili sejumlah perusahan film asing Amerika resmi menarik semua film hollywood yang beredar di bioskop-bioskop Indonesia.

Bahkan dari enam film yang tayang Sabtu (19/2/2011), empat di antaranya film hollywood, yakni The Mechanic, The King Speech, The Possesion dan The Green Hornet. Dua lainnya merupakan film horor buatan sineas dalam negeri.

Manager Bisokop 21 Manado, Iswo mengatakan penayangan film-film asing masih tetap berlangsung lantaran belum ada pemberitahuan secara resmi dari kantor pusat di Jakarta.

"Saya belum dapat kabar secara resmi, jadi (Bioskop) masih berjalan seperti biasa," ujar Iswo.

Dia mengaku baru dapat kabar tentang penarikan film asing tersebut dari karyawannya yang membaca berita di media massa. Dan, hal tersebut, kata dia, belum bisa dikonfirmasi dengan kantor pusat Bioskop 21 di Jakarta.

"Kemarin saya 'off', baru hari ini saya masuk lagi. Sementara belum bisa ditanyakan ke pusat karena kantor tutup. Mungkin baru Senin depan bisa dikonfirmasi," kata Iswo.

Dia belum mau berkomentar banyak tentang bagaimana rencana selanjutnya jika penarikan film asing benar-benar terjadi. Iswo hanya berpatokan pada keputusan resmi dari kantor pusatnya, termasuk masalah karyawan di bioskop tersebut.

"Kami hanya menunggu pemberitahuan secara resmi. Hanya itu yang bisa kami sampaikan," kata dia.

Sementara itu beberapa penonton bioskop mengungkapkan kekecewaanya jika film asing tersebut ditarik dari penonton.  Adit (18) yang sedang melihat jadwal tayang film mengatakan penonton Indonesia tidak bisa melihat aksi aktor, visual effect atau alur memikat film buatan hollywood.

"Saya sih nonton film apa saja, mau buatan Indonesia atau asing. Namun, film-film indonesia kebanyakan horor tidak bervariasi," kata warga Pontianak sedang liburan di Manado.

Hal yang sama dikatakan Jeany (21), mahasiswi Politeknik Manado. Kata dia, bukan tidak menyukai film buatan Indonesi, tapi dari sisi hiburan dan seni artistik film Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan dari film asing.
"Kalau hanya dari Indonesia, ga ada pilihan. Ga bisa lagi nonto episode 'twilight'," kata dia.

Pantauan Tribun Manado, para pengunjung Bioskop 21 masih tampak banyak, apalagi di akhir minggu. Para calon penonton yang didominasi kaum muda, tampak asyik melihat jadawal atau poster film.

Diketahui, MPA menarik film asing lantaran adanya perbedaan pendapat dengan pemerintah Indonesia, hal ini Ditjen Bea Cukai. MPA tidak setuju dengan kebijakan baru dari Ditjen Bea Cukai.

Sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru Direktorat Jenderal Bea Cukai atas Peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan bulan yang sama mengenai bea masuk atas hak distribusi. Sebuah film dikenakan bea masuk seperti barang-barang lainnya. (suk)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved