Warga Tak Rela Unggasnya Dimusnahkan
Meskipun sudah dinyatakan tertular virus H5N1 (Flu burung), warga masih belum bersedia unggasnya dimusnahkan.
TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Meskipun sudah dinyatakan unggas di Kampung Warung, Desa
Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, positif tertular
virus H5N1 (Flu burung), warga masih belum bersedia unggasnya
dimusnahkan.
Warga setempat beralasan masih kaget atas pemberitahuan yang
disampaikan pihak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten
Garut, terkait kematian lebih dari 300 ekor unggas yang mati mendadak
akibat tertular virus flu burung.
" Ya, warga masih kaget dan tidak percaya. Pemberitahuannya mendadak
sekali, tapi akan saya upayakan dibicarakan dengan warga," ujar Ketua
RW setempat, Komarudin, Minggu (20/2).
Kematian unggas tersebut, kata dia, terjadi sejak minggu lalu, namun
jumlahnya masih relatif sedikit antara 10-20 ekor. Namun, tambahnya,
sejak beberapa hari terakhir, kematian unggas meningkat drastis hingga
mencapai lebih dari 300 ekor.
"Ya memang banyak warga warga yang tidak rela unggas mereka
dimusnahkan. Apalagi jika tak ada ganti ruginya. Warga berharap ada
ganti rugi dari pemerintah," kata Asep (34), salah seorang warga
setempat.