Breaking News:

Dosen Unhas Dalami Arsitektur di Universitas Tohoku Jepang

Sejumlah mahasiswa asal Indonesia menyambut kedatangan rombongan. Termasuk dosen arsitektur Unhas, Ali Raja

Editor: Harismanto

Laporan Mansur AM, Wartawan Tribun Timur dari Sendai, Jepang
TRIBUNNEWS.COM, SENDAI - Selain melakukan kunjungan ke Pusat Penanganan Bencana Gempa yang berpusat di distrik Ariake-no-Oka, pusat Kota Tokyo dan Distrik Higashi-Ogishima, sebanyak 25 orang rombongan Peserta Jenesys Indonesia 2011 juga berkunjung ke Universitas Tohoku.

Universitas yang terletak di Prefektur (Provinsi) Miyagi merupakan universitas terbaik dunia ketiga di bidang ilmu sains. Berdasarkan survey Jurnal Thomson Scientific ESI, salah satu jurnal rujukan utama dunia.

Albert Einsten pernah berkunjung ke universitas ini Tahun 1922. “Fasilitasnya sangat mengagumkan,” kata Einsten dalam testimoninya yang dipajang di kampus ini.

Kampus ini juga terpilih sebagai perguruan tinggi terbaik selama lima tahun terakhir di Jepang berdasarkan survey Harian Asahi, koran beroplah terbesar di Jepang. Peserta diterima Wapres Eksekutif Universitas Tohoku, Prof Taichi.

Sejumlah mahasiswa asal Indonesia menyambut kedatangan rombongan. Termasuk dosen arsitektur Unhas, Ali Raja. Ali mengambil program doctoral jurusan teknik arsitektur. Sambutan yang sangat luar biasa.

Kampus mengelola kelas internasional. Sebanyak 1.511 mahasiswa dari 45 negara menimba ilmu. Perinciannya; 1.112 lewat jalur mandiri, 346 melalui beasiswa pemerintah Jepang, dan 53 atas biaya Negara bersangkutan.

Indonesia menempati peringkat ketiga terbanyak mahasiswa Asing. China di urutan pertama (744 mahasiswa), Korea (220), lalu Indonesia (59 mahasiswa). Civitas akademik kampus terlibat langsung dalam penyusunan tata ruang kota. Termasuk merancang bangunan anti-gempa.

Civitas akademika sangat terpukul dan merasa paling bertanggungjawab setelah jatuhnya puluhan ribu korban akibat gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Jepang Timur, 11 Maret lalu. Sebanyak 14.435 korban tewas, 5.314 terluka, dan 76.713 bangunan hancur total. Termasuk ratusan ribu warga mengungsi. Korban terbesar ada di Prefektur Miyagi, di mana kampus ini berada. (*)

Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved