Warga Dan Pemkot Medan Berebut Pohon Kelapa (FOTO)
Pemkot gusur dua pohon kelapa di tanah Candika, Karya Wisata, Medan Johor, Rabu (6/7/2011)
Laporan Pewarta Foto TRIBUN MEDAN/Dedy Sinuhaji
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Belasan warga yang merupakan keluarga Syarikat Ginting tak mampu mempertahankan dua pohon kelapa yang ditanam oleh leluhur mereka sejak dulu di tanah Candika Jalan Karya Wisata Medan Johor,Rabu (6/7/2011). Sekitar ratusan personil gabungan dari kepolisian,TNI hingga Satpol PP berhasil menyingkirkan mereka yang bertahan dengan memeluk pohon kelapa tersebut, dan menebangnya dengan menggunakan sinso.
Pemko Medan menyatakan bahwa kedua pohon kelapa yang berdiri tegak dilahan Candika Jalan Karya Wisata tersebut berdiri di lahan yang merupakan aset Pemko Medan, penebangan dilakukan guna pendataan aset Pemko Medan. Sementara itu, Keluarga Syarikat Ginting, mengklaim Pemko Medan belum berhak melakukan eksekusi lahan tersebut karena masih dalam proses hukum.
Kericuhan sendiri terjadi bermula saat petugas Satpol PP dan Brimob hendak menumbangkan pohon kelapa di tanah Candika. Melakukan pertahanan, keluarga Syarikat Ginting langsung memeluk pohon kelapa tersebut ketika mau ditumbangkan.
Seorang warga yang merupakan ahli waris Syarikat Ginting, Daud Ginting mengatakan, tidak ada yang berhak melakukan pembongkaran. "Ini tanah masih dalam proses hukum, jangan suka-suka hati kalian melakukan penebangan, ayah saya yang menanam pohon kelapa ini," ucap Daud yang terus mempertahankan pohon kelapa yang akan di tumbangkan Satpol PP.
Tanpa menunggu waktu lama, pihak kepolisian dan juga Satpol PP mengambil tindakan dengan menyingkirkan warga yang bertahan disekitaran pohon kelapa yang diantaranya merupakan kaum perempuan dan anak-anak.
Keluarga Syarikat Ginting yang melakukan pertahanan terus bertahan sambil berteriak histeris minta tolong agar pohon kelapa jangan ditumbangkan. Suasana semakin memanas, ditengah teriknya matahari sebahagian kaum ibu yang ikut bertahan jatuh pingsan sementara anak anak mereka tak henti hentinya menangis, tetapi eksekusi terus dilanjutkan.
Karena tidak memiliki kekuatan untuk melakukan pertahanan, dua pohon kelapa tersebut berhasil ditumbangkan. Keluarga Syarikat Ginting tak kuasa menahan kepedihan dihati melihat kedua pohon kelapa peninggalan leluhur mereka tak lagi berdiri tegak.
Satpol PP, dibantu Kepolisian dan sejumlah petinggi di jajaran Pemko Medan yang melakukan eksekusi satu persatu meninggalkan lokasi tersebut, sementara Keluarga Syarikat Ginting hanya bisa menangis meratapi apa yang sudah terjadi, bahkan sebagian dari mereka ada yang memeluk pohon kelapa yang tumbang dengan tangisan histeris dan mengucapkan kata, " Dimana keadilan di negara kita ini ". (Tribun Medan/Dedy Sinuhaji)