Gempa Singkil
Bocah 1,5 Tahun Tertimpa Bangunan Retak di Subulussalam
Rumah tersebut memang sudah mengalami kerusakan akibat gempa bumi Selasa (6/9/2011).
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Khalidin
TRIBUNNEWS.COM, SUBULUSSALAM – Seorang bocah perempuan, Salsabila (1,5) terluka pada bagian kening akibat tertimpa serpihan beton rumahnya yang terletak di Perumnas Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Jumat (9/9/2011).
Rumah tersebut memang sudah mengalami kerusakan akibat gempa bumi Selasa (6/9/2011). "Baru saja runtuh, kemarin pas gempa sudah remuk tiba-tiba tadi runtuh," kata Adi Lukman, ayah korban.
Adi Lukman mengatakan, saat kejadian putrinya sedang bermain-main,tiba-tiba dinding beton yang semula retak runtuh. Beruntung, Salsabila hanya mengalami luka benjol di kening setelah butiran beton menimpa bocah perempuan itu.
Adi yang rumahnya hancur akibat gempa memilih bertahan karena tidak ada tempat pengungsian. Keluarga ini memasang plastik sebagai atapnya.
Seorang warga perumnas, Nahu Bancin mengatakan, ada 10 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat. Kalau malam, kata Nahu, mereka tidur di luar dengan memasang tenda karena takut bangunan yang telah retak rubuh. Nahu juga mengaku kalau mereka akan segera memasang tenda sebagai tempat tidur sementara.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,7 SR yang berpusat di Singkil lebih berdampak di kota Subulussalam. Selain fasilitas umum dan korban jiwa, ribuan rumah dilaporkan rusak berat dan ringan termasuk sekolah, jalan Negara, rumah sakit, masjid dan kantor pemerintahan.
Namun sejauh ini, warga yang rumahnya tidak bisa ditempati baik yang runtuh atau rusak berat mengungsi ke rumah famili atau tetangga terdekat. (*)