Selasa, 9 Juni 2026

Gempa Singkil

Warga Tuding Pemkab Singkil Tolak Bantuan

Hingga hari ketiga, Jumat (9/9/2011) pagi, pascagempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR), Kabupaten Aceh Singkil belum menerima bantuan.

Tayang:
Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi
TRIBUNNEWS.COM, SINGKIL - Hingga hari ketiga, Jumat (9/9/2011) pagi, pascagempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR), 59 KM Timur Laut Singkil Baru, mengguncang, Kabupaten Aceh Singkil yang merupakan pusat gempa belum menerima bantuan.

Kondisi itu disesalkan sejumlah elemen sipil di daerah ini. Warga menuding, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil Henray Silalahi, menjadi penyebabnya, dengan mengeluarkan pernyataan bahwa pemberitaan tentang gempa Singkil terlalu menyeramkan dan dibesar-besarkan, sebagaimana dimuat beberapa media online.

Menurut warga pernyataan itu, seolah-olah pascamusibah gempa, Aceh Singkil tidak terkena dampaknya sama sekali. Padahal sehari pascagempa BPBD setempat juga merilis jumlah kerusakan. "Pernyataan Kepala BPBD sama saja Pemkab Aceh Singkil menolak bantuan. Waktu tsunami dan gempa Nias, daerah kita dapat bantuan. Ini pusat gempa ada di daerah kami malah tidak mendapat bantuan," kata Zulkarnain aktivis LSM di Aceh Singkil.

Berikut data kerugian akibat gempa, di posko penanggulangan bencana yang didirikan Kodim 0109/Singkil di samping SPBU Rimo, Gunung Meriah, hingga Kamis (8/9/2011) malam. Rumah penduduk 115 unit, (15 rusak berat, dan 100 rusak ringan), kantor pemerintah empat unit (1 rusak berat, 3 rusak ringan) dan sekolah dua unit rusak ringan. Kemudian masjid tiga unit rusak ringan dan puskesmas 1 unit rusak berat.

Korban jiwa satu orang atas nama, Darmo (60) warga Mukti Lincir, Singkohor. Sementara Yahya Pasaribu (50) warga Kuala Baru Sungai, Kecamatan Kuala Baru, karena sudah sakit asma sebelum gempa dianggap bukan korban gempa. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved