Haryadi-Imam Priyono Menangi Pemilihan Wali Kota Yogyakarta
pasangan calon wali kota dan wakil nomor urut 3 Haryadi Suyuti-Imam Priyono (HATI) menjadi pemenang Pilkada Yogyakarta
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota, pasangan calon wali kota dan wakil nomor urut 3 Haryadi Suyuti-Imam Priyono (HATI) menjadi pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Yogyakarta 2011. Dari rekap hasil suara di 14 kecamatan pasangan ini memperoleh 97.047 atau 48.3 persen suara.
Sementara itu pasangan Ahmad Hanafi Rais - Tri Harun Ismaji (FITRI) memperoleh 84.122 suara atau 41.9 persen. Disusul pasangan nomor 1 yakni Zuhrif Hudaya-Aulia Reza di posisi ketiga dengan jumlah suara sebanyak 19.557 atau 9,7 persen.
Rekapitulasi hasil perhitungan suara dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta Kamis (29/9/2011) mulai pukul 12.00 WIB hingga petang di Pendopo Balaikota.
Ketua KPU Yogyakarta, Nasrullah usai rekap perhitungan suara mengatakan dari 322.872 daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 114.740 pemilih tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah itu atau setara 35,5 persen dari DPT.
Dari pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 208.743 jumlah suara sah tercatat 200.726 suara tidak sah sebanyak 8.017 suara.
Nasrullah mengatakan KPU memberikan waktu tiga hari masa sanggah jika ada gugatan dari ketiga pasangan calon untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi. "Masa sanggah jika ada keberatan kami berikan 3 hari setelah rekap dilakukan," kata Nasrullah.
Sementara itu Nasrul Choiri, saksi pasangan nomor urut 1 menyebut rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU kali ini sudah fair. "Saksi kami di TPS tidak menemukan persoalan dan gesekan yang signifikan," katanya.
Demikian juga dengan saksi pasangan nomor 2. Ibnu Titianto mengatakan sejauh ini belum ada rencana mengajukan gugatan terkait hasil akhir rekapitulasi.
Namun demikian pihaknya mengaku slogan Pilkada yang damai sportif dan berbudaya masih butuh pembenahan. Sebab beberapa peristiwa dirasa merugikan pasangan nomor 2 seperti intimidasi untuk tidak mendukung pasangan 2. (Ivn)