Minggu, 12 April 2026

Kupon Judi Togel Berserakan di Depan Balai Kota Bandung

Ratusan kupon judi toto gelap (togel) berwarna pink, mendadak terlihat berserakan di jalur sepeda di sekitar Balai Kota Bandung

Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ratusan kupon judi toto gelap (togel) berwarna pink, mendadak terlihat berserakan di jalur sepeda di sekitar Balai Kota Bandung dan Gedung Dewan, di sekitar Jalan Wastukancana dan Jalan Aceh, Rabu (5/10).

Kupon judi bertuliskan "Shanghai" itu sudah dilengkapi rekapitulasi angka, jumlah uang dan paraf dari agen. Di sana juga tertulis tanggal 27/9/11 dengan nominal transaksi mulai Rp 6.000 sampai Rp 50.000, sementara nomor seri kupon sudah mencapai 100 ribu lebih.

Nunu, seorang juru parkir pelataran parkir motor di Balai Kota Bandung, mengaku tak mengetahui siapa yang membuang kupon togel tersebut di depan balai kota. Sebab, saat masuk kerja, Rabu (5/10), kupon togel itu sudah berserakan.

Ketua Fraksi Gerinda Damai DPRD Kota Bandung Cecep Hendarwan mengaku prihatin dengan kejadian ini. Menurutnya, ini menunjukan bahwa judi togel masih marak di Kota Bandung.

"Kami minta polisi untuk segera memberantasnya karena jika dibiarkan akan menyengsarakan masyarakat. Bandung ini kota agamis, jangan sampai rusak dan dikotori oleh judo togel," ujar Cecep.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu. Ia mendesak pihak kepolisian menyelidiki peredaran judi kupon yang diduga kembali marak di Kota Bandung.

"Kami minta pihak kepolisian melakukan pendalaman terkait masalah kupon judi ini. Jangan sampai keberadaannya meresahkan masyarakat," ujar Haru.
Haru minta kepolisian harus mengambil tindakan serius karena sasaran judi togel ekomoni menengah ke bawah.

Disinggung tentang rencana mengundang pihak kepolisian terkait hal ini, Haru mengatakan bahwa secepatnya akan diagendakan.

"Komisi A sudah mengagendakan kunjungan balasan ke Polrestabes karena Kapolrestabes sudah ke Komisi A. Dalam kunjungan nanti, sejumlah agenda seperti masalah pengamanan minimarket, masalah minuman keras, geng motor, serta masalah ketertiban umum termasuk judi togel, akan kami bahas," kata Haru.
Sebelumnya diberitakan, judi togel juga sempat marak di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung. Namun, tak lama setelah diketahui peredarannya, aparat Polresta Cimahi langsung menangkap belasan pengedar kupon judi tersebut di sejumlah tempat berbeda, baik di Kota Cimahi maupun di Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Selain belasan pengedar, polisi juga menangkap seorang pengepul. Penangkapan ini adalah hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap dua tersangka yang diduga kuat sebagai pengedar judi togel.

Tak lama berselang, beberapa pengedar judi togel juga diringkus aparat Polres Bandung. Tribun mencatat sedikitnya ada 36 tersangka yang dibekuk hanya dalam kurun 10 hari sepanjang September 2011. Uang tunai Rp 5.980.000, 32 lembar rekapan togel, dan 103 buah buku kupon togel Shanghai, Singapura, serta Hongkong, disita sebagai barang bukti.

Untuk memberantas perjudian ini, Polres Bandung bahkan mengadakan sayembara pada semua aparatnya. Polres Bandung memberi hadiah uang Rp 1 juta kepada setiap anggotanya jika berhasil mengungkap satu kasus perjudian. Sayembara ini mereka lakukan sejak 9 hingga 19 September 2011.

"Sayembara ini memang membuat petugas di lapangan termotivasi dalam menjalankan tugasnya untuk mengungkap para pengedar judi togel," kata Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya, saat itu.

Menurut Kapolres, salah satu faktor para tersangka terjun menjadi pengedar judi togel karena masalah ekonomi. Namun, yang lebih dominan, kata Sony, karena intelektual para pelaku ini sudah buntu. Dengan kata lain, pelaku hanya menginginkan mendapat keuntungan sebesar-besarnya tanpa melalui kerja keras.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved