Rabu, 13 Mei 2026

Ekspedisi Sabuk Merapi 2011

Tim Mengakhiri Perjalanan Saat Hujan Lebat

Tim Ekspedisi Sabuk Merapi Jalur Kinahrejo, Kabupaten Sleman, DIY, mengakhiri perjalanan tepat ketika hujan menguyur di atas Sungai Boyong

Tayang:
Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Iwan AL Khasni
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Tim Ekspedisi Sabuk Merapi Jalur Kinahrejo, Kabupaten Sleman, DIY, mengakhiri perjalanan hari pertama tepat ketika hujan deras menguyur di atas Sungai Boyong, Rabu (26/10/2011) menjelang petang.

Pada pukul 17.00 WIB, di tengah hujan deras, tim mengakhiri perjalanan setelah menyusuri aliran lahan dingin dari Kali Code hingga hulu ujung Sungai Boyong.

Tatkala tim berada di tengah sungai hulu Sungai Boyong yang dihimpit tebing Bukit Plawangan dan Bulkit Turgo, hujan mulai menguyur deras. Di antara bebatuan berukuran sebesar gajah, tim memutuskan untuk kembali ke posko di Kaliurang yang membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan menyusuri sungai.

Perjalanan awal dimulai dari perbatasan Bantul dengan Kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Wojo, Sewon, Bantul yang berada di 431.248 Meter Utara (MU) dan 9133516 Meter Timur (MT) dan berada di ketinggian 95 Mdpl.

Tim berusaha mencari tahu soal morfologi sungai yang berada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya hingga morfologi sungai Boyong yang dilalui lahar dingin Merapi. "Sungai yang berada di bawah khususnya Kali Code perlu mendapatkan perhatian khusus. Apalagi material Merapi di atas masih dalam jumlah yang banyak," kata Noer Cholik, anggota tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved