Rabu, 13 Mei 2026

Ekspedisi Sabuk Merapi 2011

Warga Glagaharjo Minta Fasilitas Peringatan Dini

Warga di kawasan rawan bencana (KRB) III terdampak langsung erupsi Gunung Merapi meminta agar pemerintah memasang alat sistem peringatan dini

Tayang:
Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Para warga di kawasan rawan bencana (KRB) III terdampak langsung erupsi Gunung Merapi meminta agar pemerintah memasang alat sistem peringatan dini atau early warning sistem (EWS). Mereka juga meminta agar dilakukan pelatihan kesiagaan bencana bagi masyarakat.

Keinginan warga ini didapati Tim Ekspedisi Sabuk Merapi 2011 Jalur Tenggara ketika mengadakan sarasehan antara Komunitas Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo,Cangkringan, Sleman, kepala desa Glagaharjo, dengan BPPTK Yogyakarta.

"Kami di sini kurang fasilitas. Dulu ada sirine namun rusak terkena awan panas. Saat ini hanya ada satu CCTV yang datanya dipantau langsung di Jakarta," kata Ketua Kelompok Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo, Sugiyanto, yang akrab disapa Pak Gto.

Dengan adanya alat EWS masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi Gunung Merapi secara cepat dan akurat. Sebagaimana diketahui, setelah Dusun Kinahrejo dan Kaliadem luluhlantak disapu awan panas pada Erupsi 2010, dusun-dusun di Glagaharjo seperti Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen adalah pemukiman terdekat dari puncak Merapi.

Keterangan Kepala Desa Glagaharjo,Suroto, sembilan dari 10 dusun di desanya masuk KRB III terdampak langsung erupsi Merapi. Kurang lebih 1.000 kepala keluarga (KK) tinggal di daerah tersebut.

"Mereka sifatnya tinggal 'sementara' dan terus disosialisasikan bahaya erupsi yang kemungkinannya ke selatan," kata Suroto. Ia juga berharap disediakan alat EWS dan pembentukan kampung siaga. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved