Ibadah Haji 2011
Wagub Jateng Janji Ganti Uang Milik Jamaah Haji yang Hilang
369 Jemaah haji kloter I asal Kebumen, Jawa Tengah tiba di Bandara Adi Seomarmo, Solo
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNNEWS.COM, SOLO – 369 Jemaah haji kloter I asal Kebumen, Jawa Tengah tiba di Bandara Adi Seomarmo, Solo sekitar pukul 13.10 WIB. Kedatangan kloter perdana tersebut disambut Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Rustriningsih di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Di depan para jemaah haji, Rustriningsih mengatakan akan mengusahakan untuk mengganti uang saku jemaah haji yang hilang saat berada di Tanah Suci.
Para jemaah haji yang berjumlah 369 orang tersebut tiba di Donohudan sekitar pukul 13.30 WIB setelah melakukan perjalanan menaiki bus dari Bandara. Setiba di asrama, para jemaah yang diangkut menggunakan enam buah bus itu langsung menuju aula Muzdalifah untuk menerima sambutan dari Wagub.
“Adakah jemaah haji yang uang sakunya hilang namun belum dapat ganti? Silahkan melaporkan, nanti akan kita usahakan diganti walau dana yang ada mepet,” katanya, Sabtu (12/11).
Pihak Provinsi Jateng sendiri menganggarkan dana sebesar Rp 60 juta khusus untuk mengganti uang saku para jemaah yang sering kali hilang. Namun sejak hari pertama pemberangkatan haji hingga kemarin, jumlah uang yang tersisa hanya tinggal Rp 3,6 juta. Uang sudah digunakan untuk mengganti sebanyak 137 jemaah yang kehilangan uang sakunya di Tanah Suci. “Tapi kita tak bisa memberikan gantinya secara penuh. Paling hanya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu saja,” katanya lagi.
Sisa uang yang hanya Rp 3,6 juta membuat Rustriningsih bepikir keras. Sebab masih ada waktu sekitar sebulan lagi hingga seluruh jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Solo pulang ke Tanah Air. Sehingga masih ada kemungkinan terjadinya insiden uang saku jemaah haji hilang di Tanah Suci.
Jika sampai hal itu terjadi, maka sisa uang yang ada kemungkinan tak akan cukup. “Mungkin masih ada juga jemaah yang uangnya hilang namun belum lapor. Nanti akan kita carikan pos anggaran yang lain,” katanya lagi.