Aksi Buruh Tuntut Kenaikan Upah
Polri: 12 Mobil dan 6 Pos Polisi Dirusak dan Dibakar
Sedikitnya 12 mobil dan 6 pos polisi dirusak dan dibakar dalam aksi unjuk rasa massa buruh di Batam, Kepri, pada Kamis
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sedikitnya 12 mobil dan 6 pos polisi dirusak dan dibakar dalam aksi unjuk rasa massa buruh di Batam, Kepri, pada Kamis (24/11/2011) kemarin, yang berujung tindakan anarkis.
"Sedangkan mobil yang dirusak ada 11 unit, mobil Satpol PP 1 unit, Pos Lantas ada 3 unit yang tersebar di sepanjang jalan yang mereka lalui saat pulang dari kantor Walikota Batam. Kemudian pos polisi ada 3 unit," kata Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Akibat kejadian itu, tercatat korban luka lemparan batu dan peluru karet. "Dari pihak Satpol PP 2 orang, dari Brimob 3 org, masyarakat sipil ada 1 orang, dari massa pendemo ada 6 orang terluka. Kemudian ada 3 orang (pengunjuk rasa) yang kena peluru karet," ujar Saud.
Saud menjelaskan kronologi kejadian rusuh buruh Batam tersebut.
Menurut Saud, aksi rusuh buruh pada Kamis, bermula saat buruh berunjuk rasa dengan tuntutan kenaikan upah kerja sejak Rabu (23/11/2011). Unjuk rasa berlanjut pada Kamis pukul 06.00 WIB.
Sekitar 6 ribu buruh berkumpul di alun-alun kota dan bergerak ke kantor Walikota Batam.
Setiba di kantor Walikota Batam, terjadi negosiasi antara pihak kotamadya dan massa buruh. Namun, dari negosiasi itu, tuntutan buruh belum mendapat respon dari pihak kotamadya.
Akibatnya, ada sejumlah orang dari kelompok buruh yang melakukan provokasi yang membuat situasi memanas. Situasi makin memanas setelah ada pelemparan batu ke arah petugas Satpol PP yang berjaga di kantor walikota hingga terjadi aksi saling lempar batu.
Melihat situasi makin memanas seperti itu, anggota Polda Kepri yang sejak awal mengawal aksi unjuk rasa buruh itu mengambil tindakan tegas dengan melepaskan beberapa kali tembakan peringatakan ke udara untuk memecah konsentrasi massa buruh di depan kantor Walikota.
Sesaat, massa buruh terpukul mundur dan bergerak pulang. Namun, dalam perjalanan pulang itu, ternyata massa buruh melakukan tindakan anarkis dengan melakukan perusakan dan pembakaran terhadap pos polisi serta pelemparan pada mobil-mobil yang melintas di jalan.
Menyaksikan aksi anarkis tersebut, polisi kembali melepaskan tembakan peringatan hingga tembakan ke arah massa buruh dengan peluru karet.
Saud menambahkan, saat ini situasi di lokasi rusuh massa buruh tersebut telah kembali kondusif, dengan tetap dijaga sejumlah aparat kepolisian.