Bentrok di Bima
Bentrokan di Pelabuhan Bima, Polisi Tewaskan 2 Warga Sipil
Bentrokan yang terjadi antara ratusan massa yang memblokir pelabuhan Sape, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa
Penulis:
Imanuel Nicolas Manafe
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bentrokan yang terjadi antara ratusan massa yang memblokir pelabuhan Sape, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan polisi, menewaskan dua orang warga.
Menurut informasi yang diperoleh Tribunnews.com dari Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Delian Lubis, tewasnya kedua warga tersebut akibat luka tembak yang bersarang ditubuhnya. Arif Rachman (19) tertembak di lengan kanan tembus ke ketiak, kemudian Saepul (17) tertembak di dada.
"Korban tewas ada dua orang yaitu Arif Rachman dan Saepul akibat tertembak," ujar Delian dalam pesan yang diberikan kepada Tribunnews.com, Sabtu (24/12/2011).
Selain korban tewas, beberapa massa alami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi, diantaranya Sahabudin (31), Ilyas Sulaiman (25), Ibrahim (45), Awaludin (24), Suhaimi (23), Mistahudin (18) dan seorang perempuan bernama Hasanan (39).
Diberitakan sebelumnya, ratusan massa Kecamatan Lambu melancarkan aksi unjuk rasa dengan meblokir Pelabuhan Sape.
Mereka menuntut Bupati Bima, Ferry Zulkarnain, mencabut izin eksplorasi pertambangan emas PT Sumber Mineral Nusantara yang mendapat konsesi lahan 24.800 hektare. Warga Lambu khawatir kegiatan pertambangan itu akan merusak lingkungan.