Ruko di Ketapang Terendam Banjir Rob

Sejumlah ruas Jalan di dalam Kota Kabupaten Ketapang terendam banjir rob sejak beberapa hari terakhir.

Ruko di Ketapang Terendam Banjir Rob
Tribun Timur
Jalan Sungai Saddang, Makassar terendam cukup tinggi, Minggu (4/12/2011). Banyak kendaraan, khususnya kendaraan roda dua yang mogok.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Sejumlah ruas Jalan di dalam Kota Kabupaten Ketapang terendam banjir rob sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengakibatkan aktifitas di kawasan tersebut menjadi terganggu.

Pantauan Tribun Minggu (25/12/2011) sejumlah ruas jalan yang digenangi banjir air pasang tersebut diantaranya, Jalan Merdeka, Jl DR Suharso dan Jalan Imam Bonjol. Ketinggian air pasang di daerah tersebut mencapai lutut orang dewasa.

Sejumlah ruko yang berdiri di kawasan padat tersebut juga terlihat terendam air, kondisi ini memaksa mereka harus mengemasi barang-barang dagangan yang mereka jual. Sementara itu terlihat juga para pengendara yang menuntut sepeda motornya akibat memaksa diri menerjang banjir.

Sejumlah pedagang yang ditemui Tribun mengaku rugi akibat adanya banjir air pasang yang terjadi. Pendapatan mereka turun drastis lantaran jumlah pembeli yang sangat minim.

"Biasanya jam 9 sudah habis, namun ini sampai jam 11 pun masih banyak, bahkan beberapa hari ini jualan saya banyak yang tersisa sampai akhirnya busuk," kata Misnawati satu diantara penjual sayur yang mangkal di kawasan itu.

Misnawati mengatakan, tidak jarang sayur yang dijualnya juga berantakan, lantaran terkena ombak dari kendaraan yang melintas.

Senada juga dikatakan Ny Martiro pedagang sayur lainnya, dia mengatakan akibat adanya banjir rob yang demikian usahanya menjadi terganggu, lantaran sepinya para pembeli yang datang.

"Gimana orang mau beli, airnya saja tinggi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi walaupun banjir saya harus jualan biar dapur tetap ngepul," katanya.

Martiro mengaku sudah tahu jika memasuki bulan Desember kawasan tersebut akan terjadi banjir. Namun demi memenuhi kebutuhan keluarganya diapun harus tetap berjualan.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved