Kerusuhan di Lampung Selatan
Personel TNI-Polri akan Tetap Berada di Sidomulyo, Lamsel
Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal Suwarno Widjonarko mengungkapkan bahwa aparat TNI dan
TRIBUNNEWS.COM, KALIANDA - Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal Suwarno Widjonarko mengungkapkan bahwa aparat TNI dan Polri akan tetap berada di wilayah Kecamatan Sidomulyo hingga situasi benar-benar kondusif. Serta tidak ada lagi pertikaian yang dapat memicu timbulnya bentrokan antar warga lagi.
“TNI dan Polri tetap akan ada di tengah masyarakat Sidomulyo hingga kondisi benar-benar kondusif. Jangan sampai ada provokator yang dapat masuk kembali memperkeruh suasana yang saat ini sudah mulai kondusif,” paparnya, Rabu (25/1/2012).
Dilanjutkannya bahwa pengamanan wilayah kecamatan Sidomulyo menjadi salah satu prioritas.
Diberitakan sebelumnya, terjadi bentrok antara warga Dusun Kotadalam dengan warga Dusun Napal, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (24/1/2012).
Diduga pemicunya bermula dari sikap Dicky (18), warga Dusun Napal yang menggeber sepeda motornya di sekitar areal parkir Pasar Sidomulyo. Perbuatannya mendapat teguran dari Ridwansyah (43), petugas parkir pasar.
Kurang senang mendapatkan teguran tersebut, Dicky pun memukul dada Ridwansyah. Mendapatkan perlakuan tersebut, Ridwansyah tidak melawan karena melihat Dicky bersama dengan empat temannya.
Ridwansyah kemudian pulang ke rumahnya di Kotadalom. Ia menceritakan peristuwa yang dialaminya kepada warga lainnya, yang kemudian langsung menyisir Pasar Sidomulyo.
Warga mendapati dua pemuda asal Kecamatan Way Panji, yakni Komang Warta (18) dan rekannya, Wayan Pradite (15), sedang makan bakso.
Keduanya tidak mengetahui permasalahan sebelumnya. Akibat dari salah pukul, tokoh masyarakat dari Desa Balinuraga mendatangi Mapolsek Sidomulyo dan meminta pertanggungjawaban atas penganiayaan itu.(dedi sutomo)