Rusuh di Bima
Warga yang Kabur dari Tahanan Diimbau Menyerahkan Diri
Pihak kepolisian meminta warga Bima yang kabur dari rumah tahanan untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Tayang:
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian meminta warga Bima yang kabur dari rumah tahanan untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Hingga saat ini, polisi belum menangkap kembali sejumlah tahanan yang kabur saat dibebas paksakan oleh ribuan massa.
“Belum (ada yang dikejar). Sedang diminta untuk menyerahkan diri pada mereka yang lari atau dibawa lari secara paksa dari Rutan (Rumah Tahanan),” ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Pol boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2012).
Boy menegaskan, bahwa pihaknya mengimbau kepada mereka untuk menyerahkan diri pada pihak kepolisian
“Smuanya sudah tercatat, data-datanya sudah ada, kalau ini tidak diselesaikan secara tuntas, tentu akan merugikan masyarakat sendiri,” ungkapnya.
Sebelumnya ribuan massa yang dibakar emosi kembali bedemo pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikantongi PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Kantor Bupati Bima, kemudian massa pun bergerak dan jumlahnya semakin besar.
Kemudian mereka pun mendatangi Rumah Tahanan tempat 43 orang warga yang ditahan terkait aksi demostrasi serupa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 19-24 Desember 2011, pengunjuk rasa baru bubar setelah dibubarkan paksa aparat kepolisian hingga mengakibatkan dua warga meninggal dunia.
Tidak digubris tuntutan mereka, akhirnya emosi pun bertambah besar dan mengakibatkan aksi anarkis terhadap kantor bupati dan sejumlah tempat milik pemerintah dirusak. Kantor Bupati Bima hangus dibakar massa begitu juga dengan KPUD Bima.