FPI Ditolak

Ansor Sulawesi Utara Dukung Pembubaran FPI

Keinginan pembubaran organisasi masyarakat Front Pembeli Islam (FPI) bergaung di mana-mana. Aksi anarki yang sering melibatkan FPI

Editor: Taryono

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Keinginan pembubaran organisasi masyarakat Front Pembeli Islam (FPI) bergaung di mana-mana. Aksi anarki yang sering melibatkan FPI menjadi alasan usulan pembubaran itu.

Di Sulawesi Utara, sejumlah organisasi juga mendukung pemburan FPI salah satunya Gerakan Pemuda Ansor Sulut. Organisasi di bawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) ini menilai aksi anarki yang mengatasnamakan umat Islam telah menimbulkan rasa tidak aman, bahkan mengancam tatanan kehidupan bersama.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulut, Benny Rhamdani, Sabtu (18/2/2012) mengatakan, tindakan FPI yang mendapatkan sorotan tajam masyarakat Indonesia itu menjadi bukti lemahnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lemahnya kepemimpinanan SBY, kata dia, juga dapat dilihat dari kasus Gereja GKI Yasmin yang jemaatnya tidak diizinkan untuk beribadah.

Menurutnya, kasus Gereja GKI Yasmin yang menyebabkan terampasnya hak beribadah tidak saja menyangkut hak fisik gereja yang dibangun oleh jemaat, tapi secara subtansi telah terampasnya kebebasan beribadah jemaatnya yang secara hukum telah dimenangkan putusan MA.

"Ini adalah bukti bahwa SBY sebagai Presiden, tidak mampu memberi jaminan kemerdekaan atas hak-hak kebebasan beragama di masyarakatnya. Presiden juga bisa dikatakan tidak taat dan tidak patuh dalam melaksanakan kewajibannya untuk menegakkan hukum secara sungguh-sungguh," ujar mantan Aktivis 98, yang pernah melakukan aksi mogok makan di Jakarta ketika menumbangkan rezim Soeharto.(*)

Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved